Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa mendorong Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku untuk memperkuat kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat, terutama penanganan stunting, penguatan gerakan orang tua asuh, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

KomenNews.id // Ambon – Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) IV Muslimat NU Provinsi Maluku yang dirangkaikan dengan kegiatan penanganan stunting, gerakan orang tua asuh dan pemberdayaan UMKM, di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Rabu (26/8/2026).
Menurut Gubernur, Konferwil tidak semata-mata menjadi forum organisasi untuk memilih dan menetapkan kepengurusan baru, tetapi harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Konferensi Wilayah bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih dan menetapkan kepengurusan. Lebih dari itu, Konferensi Wilayah harus menjadi ruang konsolidasi gagasan, penguatan organisasi, evaluasi perjalanan, serta perumusan langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan umat, bangsa dan daerah,” sebut Gubernur.
Ia menilai Muslimat NU memiliki posisi strategis karena kekuatan organisasinya menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput. Peran tersebut dinilai penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendidik generasi, meningkatkan kehidupan keagamaan, serta menggerakkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, Gubernur mengapresiasi keputusan Muslimat NU Maluku yang mengintegrasikan agenda organisasi dengan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Stunting bukan semata persoalan kesehatan. Ia adalah persoalan masa depan sumber daya manusia. Mengatasinya tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan gotong royong: pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, tokoh agama, hingga keluarga sebagai garda terdepan,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Hendrik menegaskan pentingnya penguatan gerakan orang tua asuh sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial bersama. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan setiap anak di Maluku mendapatkan hak untuk tumbuh sehat, memperoleh gizi yang cukup, mengakses pendidikan yang layak, dan memiliki masa depan yang baik.
Selain isu kesehatan dan perlindungan anak, Gubernur juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM. Ia berharap pelaku UMKM, khususnya yang digerakkan perempuan dan para ibu, dapat terus didorong untuk meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas.
“UMKM, khususnya yang digerakkan oleh perempuan dan para ibu, harus kita dorong untuk naik kelas. Artinya: akses pembiayaan lebih mudah, pasar lebih luas, kualitas produk meningkat, dan pemanfaatan teknologi digital semakin masif,” tegasnya.
Gubernur menilai, Maluku memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari hasil laut, pertanian, perkebunan, kerajinan, kuliner hingga berbagai produk kreatif masyarakat. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar menghasilkan produk bernilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia menekankan bahwa pengembangan UMKM tidak cukup hanya pada aspek produksi. Pelaku usaha juga perlu mendapatkan dukungan dalam peningkatan kualitas produk, kemasan, legalitas, akses permodalan hingga pemasaran.
“Saya berharap Muslimat NU dapat menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM, peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan koperasi, pemanfaatan teknologi digital serta perluasan jejaring pemasaran,” katanya.
Gubernur memastikan Pemerintah Provinsi Maluku terbuka untuk membangun sinergi dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk Muslimat NU, sehingga berbagai program pemberdayaan dapat dilaksanakan secara terarah, terukur dan berkelanjutan.
“Mari kita rapatkan barisan. Mari kita bangun kolaborasi untuk mewujudkan keluarga Maluku yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera,” ajaknya.
Gubernur juga berharap Muslimat NU Maluku terus mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga, melindungi dan mencerdaskan generasi, serta memberdayakan perempuan sebagai salah satu pilar penting pembangunan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan selamat melaksanakan Konferwil IV Muslimat NU Maluku dan berharap forum tersebut menghasilkan kepemimpinan yang amanah, program kerja yang berdampak, serta kontribusi terbaik bagi masyarakat dan daerah.
“Semoga forum ini melahirkan kepemimpinan yang amanah, program kerja yang berdampak, dan kontribusi terbaik bagi umat dan daerah,” pungkasnya.
Konferwil IV Muslimat NU Maluku tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Siti Aniroh Slamet Efendy, SE, Wakil Ketua NU Maluku Dr. Abu Bakar Kabakoran, S.Ag., M.Si., jajaran Forkopimda Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, jajaran pengurus wilayah Muslimat NU Maluku, pimpinan Muslimat NU dari 11 cabang dan kota se-Maluku, pimpinan organisasi kemasyarakatan keagamaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan, serta peserta Konferwil IV Muslimat NU Maluku.


















