Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) mengapresiasi semangat kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat. GPM memandang semangat “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai landasan penting untuk membangun hubungan yang konstruktif antara institusi kepolisian dan warga negara, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, akuntabilitas kelembagaan, dan penegakan hukum yang berkeadilan.
KomenNews.id // Jakarta – Ketua DPP GPM Bidang Politik dan Keamanan, Samuel Tampubolon, mengatakan bahwa kepemimpinan Polri yang membuka ruang kemitraan dengan masyarakat perlu didukung melalui partisipasi publik yang konstruktif. Menurutnya, Polri memiliki peran strategis dalam kehidupan bernegara, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta kepastian hukum bagi seluruh masyarakat.
Samuel menilai, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” perlu diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Kedekatan antara polisi dan masyarakat tidak cukup dibangun melalui komunikasi kelembagaan, tetapi juga harus tercermin dalam kualitas pelayanan, respons terhadap pengaduan, profesionalisme penanganan perkara, serta konsistensi penerapan hukum tanpa diskriminasi.
“GPM mengapresiasi semangat kepemimpinan Kapolri Suyudi dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat. Bagi kami, semangat ini penting untuk membangun hubungan yang saling percaya antara Polri dan rakyat. Namun, kemitraan tersebut perlu terus diperkuat melalui pelayanan yang responsif, komunikasi yang terbuka, dan pelaksanaan tugas kepolisian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujar Samuel, Sabtu (10/10/2026), di Jakarta.
Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal penting bagi Polri dalam menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepercayaan tersebut tumbuh ketika warga memperoleh pelayanan yang jelas, pengaduan ditangani secara profesional, dan setiap proses penegakan hukum dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, penguatan hubungan Polri dan masyarakat perlu disertai dengan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Samuel juga menekankan pentingnya membuka ruang komunikasi dua arah yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi, kritik, dan masukan secara bertanggung jawab. Ia berpandangan bahwa partisipasi publik tidak semestinya dipandang sebagai sesuatu yang berlawanan dengan kepentingan institusi, melainkan sebagai bagian dari mekanisme demokratis untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
“Polri dan masyarakat memiliki kepentingan yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan berkeadilan. Karena itu, komunikasi yang terbuka dan kesediaan untuk mendengarkan aspirasi warga menjadi bagian penting dalam membangun kemitraan yang sehat. Kami berharap semangat kepemimpinan Kapolri Suyudi dapat terus mendorong hubungan yang semakin konstruktif antara kepolisian dan masyarakat,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, GPM memandang organisasi kepemudaan memiliki ruang partisipasi strategis untuk mendukung kemitraan Polri dan masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan hukum, penyampaian aspirasi secara bertanggung jawab, keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, serta penguatan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga keamanan dan menghormati supremasi hukum. Kemitraan ini juga perlu memberikan ruang bagi masyarakat sipil untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dan konstruktif.
Samuel menambahkan, dukungan terhadap semangat kepemimpinan Kapolri Suyudi merupakan bagian dari dorongan agar hubungan Polri dan masyarakat terus berkembang melalui praktik pelayanan yang profesional, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan penegakan hukum yang akuntabel. Menurutnya, apresiasi dan evaluasi konstruktif dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari hubungan yang sehat antara institusi negara dan masyarakat dalam kehidupan demokratis.
“GPM mengapresiasi semangat kepemimpinan Kapolri Suyudi dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat. Harapan kami, semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ dapat terus diterjemahkan ke dalam pelayanan yang semakin responsif, komunikasi yang terbuka, dan penegakan hukum yang profesional serta berkeadilan. Bagi GPM, kemitraan yang kuat antara Polri dan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya membangun kepercayaan publik dan menjaga kehidupan berbangsa yang demokratis,” tutup Samuel.


















