Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, Ghea Aprilia kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda reses masa sidang yang digelar di Kampung Dukuh, Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Selasa (19/05/2026).

KomenNews.id // Garut – Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari kesulitan air bersih, kebutuhan pembangunan MCK, hingga kondisi jalan lingkungan yang rusak dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Reses berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Sekitar 50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari tokoh masyarakat, ketua RT/RW, kader, pemuda, ibu-ibu, hingga warga setempat. Suasana dialog berlangsung terbuka, di mana masyarakat secara langsung menyampaikan aspirasi serta harapan mereka kepada wakil rakyat dari Dapil V tersebut.
Dalam pertemuan itu, persoalan air bersih menjadi salah satu keluhan utama masyarakat. Warga mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air terutama saat musim kemarau tiba. Karena itu, mereka berharap adanya pembangunan sumur bor yang dapat dimanfaatkan bersama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan fasilitas MCK yang layak guna meningkatkan kesehatan dan kebersihan lingkungan. Tak hanya itu, kondisi sejumlah jalan lingkungan yang rusak turut menjadi sorotan karena dinilai menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ghea Aprilia menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan sarana untuk mendengar langsung kondisi riil yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihannya.
“Melalui reses ini kami bisa mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat. Tadi banyak aspirasi yang disampaikan, mulai dari sumur bor, pembangunan MCK, hingga perbaikan jalan lingkungan. Semua usulan ini akan kami tampung dan kami perjuangkan sesuai skala prioritas pembangunan,” ujar Ghea.
Ia menyampaikan bahwa persoalan infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan jalan lingkungan merupakan kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dirinya berkomitmen untuk mendorong agar usulan warga dapat masuk dalam program pembangunan daerah maupun melalui pokok-pokok pikiran DPRD.
Menurutnya, pembangunan yang tepat sasaran harus berangkat dari kebutuhan masyarakat di lapangan. Oleh sebab itu, keterlibatan warga dalam menyampaikan aspirasi dinilai sangat penting agar program pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga juga berharap agar aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas usulan, tetapi dapat direalisasikan secara nyata. Mereka menilai keberadaan sumur bor dan perbaikan jalan lingkungan akan sangat membantu aktivitas warga sehari-hari, terutama bagi masyarakat pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa ketika musim kemarau datang, sebagian masyarakat harus mencari sumber air ke lokasi yang cukup jauh. Kondisi tersebut tentu menjadi beban tersendiri bagi warga, khususnya ibu rumah tangga.
“Kalau musim kemarau air sering sulit. Mudah-mudahan ada perhatian untuk pembangunan sumur bor karena itu sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap salah satu warga dalam forum reses tersebut.
Selain menjadi wadah penyerapan aspirasi, kegiatan reses juga menjadi ajang silaturahmi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Warga tampak aktif berdialog dan menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh keakraban. Di akhir kegiatan, Ghea Aprilia mengajak masyarakat untuk terus aktif mengawal pembangunan serta menyampaikan masukan demi kemajuan wilayah Banjarwangi dan sekitarnya.


















