Gerakan Konsumsi Pangan B2SA di Desa Mekarjaya Sukaresmi, Tiga Narasumber Dorong Pencegahan Stunting

Berita, Daerah19 Dilihat
banner 468x60

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan bergizi dan pencegahan stunting terus dilakukan melalui kegiatan Gerakan Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

KomenNews. Id||Garut – Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, tersebut dihadiri sekitar 90 orang tua balita. Pelaksanaan kegiatan merupakan bagian dari subkegiatan pemberdayaan masyarakat dalam penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.

banner 336x280

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya para orang tua balita, untuk memahami pentingnya pemenuhan gizi dan penerapan pola hidup sehat dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Sekdes Mekarjaya Sambut Baik Kegiatan B2SA

Sekretaris Desa Mekarjaya, Endang Sulaiman, yang mewakili pemerintah desa, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Pemerintah desa diharapkan terus mendukung program yang berkaitan dengan peningkatan gizi masyarakat dan pencegahan stunting.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber dari unsur ketahanan pangan, pendidikan kesehatan, dan pelayanan kesehatan, yaitu Lina Zenab dari Dinas Ketahanan Pangan, Dr. Peni Cahyati, S.Kp., M.Kes., dari Poltekkes Tasikmalaya, serta Hj. Aida Triani, S.Kep., Ners., M.M., selaku Kepala Puskesmas Sukamulya.

Narasumber dari analis Ketahanan Pangan, Lina Zenab.sp, turut memberikan pemaparan mengenai gerakan konsumsi pangan B2SA yang menekankan pentingnya keanekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk mendukung kebutuhan gizi keluarga.

Sambutan dan harapan Lina Zenab menitikberatkan pada pentingnya peran masyarakat dalam menerapkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.

Dr. Peni Cahyati: Penanganan Stunting Tanggung Jawab Semua Sektor

Dr. Peni Cahyati, S.Kp., M.Kes., dari Poltekkes Tasikmalaya, hadir sebagai pendamping penanganan stunting sekaligus mewakili program INEY (Investing in Nutrition and Early Years).

Program INEY melibatkan Kementerian Kesehatan, Bappenas, dan World Bank, dengan pelaksanaan kerja sama bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. Dinas Kesehatan menunjuk Puskesmas Sukamulya sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam penyampaiannya, Dr. Peni Cahyati menegaskan bahwa persoalan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai sektor.

“Masalah stunting menjadi tanggung jawab semua sektor. Harapannya, balita Mekarjaya bebas stunting.”

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukamulya, Hj. Aida Triani, S.Kep., Ners., M.M., menyampaikan edukasi mengenai dampak stunting serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegahnya.

“Stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak, tetapi juga dapat memengaruhi kecerdasan, kesehatan, dan produktivitas anak di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama.”

Hj. Aida mengajak seluruh masyarakat Desa Mekarjaya untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting melalui sejumlah langkah penting.

Adapun imbauan yang disampaikan kepada masyarakat meliputi:

Rutin memeriksakan kehamilan di fasilitas kesehatan dan Posyandu sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan MP-ASI yang bergizi sesuai usia anak.

Menimbang dan memantau pertumbuhan balita secara rutin di Posyandu.

Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di Puskesmas dan Posyandu.

Ajak Keluarga dan Pemerintah Desa Perkuat Kolaborasi

Lebih lanjut, Hj. Aida Triani berharap seluruh keluarga, kader Posyandu, tokoh masyarakat, dan pemerintah Desa Mekarjaya dapat bekerja sama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara menyeluruh diperlukan agar upaya peningkatan kesehatan dan gizi anak dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap seluruh keluarga, kader, tokoh masyarakat Desa Mekarjaya, dan pemerintah desa dapat bekerja sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Desa Mekarjaya. Mari kita wujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.”

Kegiatan Gerakan Konsumsi Pangan B2SA ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman orang tua balita mengenai pemenuhan gizi, pemanfaatan pangan lokal, serta pentingnya pemantauan kesehatan anak secara rutin.

Sinergi lintas sektor dan keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya masyarakat Desa Mekarjaya yang sehat serta generasi anak yang tumbuh dan berkembang secara optimal.

(Dinar.p)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *