Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan manajemen internal. Hal ini ditunjukkan dengan digelarnya Kegiatan Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara yang berlangsung di Hotel Kimson, Langgur, Rabu (10/6/2026).

KomenNews.id // Langgur,Maluku Tenggara – Agenda strategis ini diselenggarakan atas kerja sama sinergis antara Biro Perencanaan dan Anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Hadir membuka acara secara resmi, Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menegaskan bahwa perbaikan tata kelola, perencanaan, hingga penganggaran di sektor kesehatan merupakan harga mati demi mewujudkan pelayanan yang prima dan merata di bumi Larvul Ngabal.
Akselerasi Kualitas Pelayanan dan Transparansi
Kepada media ini, Bupati M. Thaher Hanubun memberikan apresiasi tinggi kepada Kemenkes RI dan FKM Unair yang telah memilih Maluku Tenggara sebagai lokus pendampingan. Menurutnya, tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan menuntut Dinas Kesehatan untuk memiliki sistem manajerial yang adaptif, efektif, dan akuntabel.
“Kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Melalui pendampingan dari Kemenkes dan akademisi Unair ini, saya minta seluruh jajaran Dinas Kesehatan tidak lagi bekerja dengan cara-cara lama. Kita harus mengakselerasi tata kelola program, mulai dari perencanaan yang berbasis data hingga eksekusi anggaran yang tepat sasaran,” ujar Bupati.
Bupati menyebutkan, intervensi dari para ahli dan regulator pusat sangat dibutuhkan untuk memetakan kendala-kendala bersifat teknis maupun administratif yang selama ini kerap menghambat optimalisasi program kesehatan di lapangan.
Fokus pada Tiga Aspek Utama
Kegiatan pendampingan yang dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ini memfokuskan pembinaan pada tiga aspek krusial:
1. Sinkronisasi Perencanaan:
Menyelaraskan program kesehatan daerah dengan target Rencana Strategis (Renstra) Kemenkes RI.
2. Efisiensi Penganggaran:
Memastikan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik maupun non-fisik sektor kesehatan terserap secara akurat dan bebas penyimpangan.
3. Penguatan Kapasitas SDM:
Melatih aparatur Dinas Kesehatan dan Puskesmas dalam melakukan monitoring dan evaluasi program secara berkala.
Melalui kemitraan dengan FKM Universitas Airlangga, Pemkab Maluku Tenggara juga berharap dapat mengadopsi pendekatan ilmiah (evidence-based policy) dalam menangani berbagai isu kesehatan prioritas di daerah, seperti penurunan angka stunting, penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), serta penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Sinergi Pusat, Daerah, dan Akademisi
Perwakilan dari Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes RI dalam pemaparannya menyebutkan bahwa Maluku Tenggara memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan tata kelola kesehatan yang baik di wilayah Indonesia Timur, asalkan komitmen regulasi dan komitmen anggaran berjalan beriringan.
Di sisi lain, tim pakar dari FKM Unair siap mengawal proses transisi manajemen ini melalui penyediaan instrumen evaluasi yang terukur.
Bupati Thaher Hanubun menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan beserta seluruh Kepala Puskesmas se-Maluku Tenggara yang hadir untuk menyerap seluruh materi pendampingan secara serius.
“Saya tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremonial belaka. Output-nya harus jelas: serapan anggaran yang sehat, pelaporan yang transpiran, dan yang paling penting, masyarakat di ohoi-ohoi (desa) merasakan langsung perbaikan layanannya,” pungas Bupati Thaher.



















