Di tengah tantangan dan tekanan fiskal yang melanda, perekonomian Provinsi Maluku menunjukkan ketangguhan. Pada semester pertama 2026, ekonomi Maluku mencatatkan pertumbuhan positif sebesar “5,31 persen”.
KomenNews.id // Ambon – Capaian ini menjadi pijakan kuat bagi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, untuk membangun optimisme dan memacu kinerja seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyongsong semester kedua tahun 2026.
Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, menegaskan bahwa optimisme yang dibangun Gubernur tidak sekadar retorika, melainkan ditopang oleh indikator terukur dan eksekusi program nyata di lapangan.
“Dengan keberhasilan itu, Gubernur Hendrik Lewerissa mengarahkan kita semua di jajaran untuk tetap optimistis menuju semester kedua 2026. Tentu optimisme ini harus dibarengi dengan program nyata yang berdampak langsung ke masyarakat,” ujar Kasrul di Ambon, Minggu (09/08/2026)
Program Pemicu Ekonomi Baru: Dari BSPS hingga Makan Bergizi Gratis
Salah satu penopang utama daya beli masyarakat adalah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar sekitar 6.000 unit rumah di Maluku. Pemprov Maluku terus memantau ketat progres penyaluran bantuan ini agar dampaknya langsung dirasakan warga.
Selain perumahan, sejumlah program strategis juga diproyeksikan menjadi pemicu (trigger) tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pulau-pulau Maluku, di antaranya:
- Layanan Dasar dan Pendidikan: Pemeriksaan kesehatan gratis dan program Sekolah Rakyat.
- Pemberdayaan Pesisir dan Desa: Kampung Nelayan Merah Putih, Kampung Penyangga Nelayan Merah Putih, serta penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
- Rantai Pasok Daerah: Optimalisasi peluang ekonomi lokal dari rantai pasok program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski sebagian program menggunakan pendanaan di luar APBD, Pemprov Maluku proaktif berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait agar eksekusinya tepat sasaran.
Angin Segar RUU Daerah Kepulauan dan Hilirisasi Komoditas Lokal
Optimisme pembangunan Maluku makin menguat seiring munculnya political will dari pemerintah pusat terkait pembahasan RUU Daerah Kepulauan. Kerja-kerja politik terus didorong bersama Ketua Pansus RUU Daerah Kepulauan, Mercy Barends, dengan target pengesahan tahun ini.
Di sektor investasi, strategi hilirisasi komoditas unggulan daerah mulai menggeliat untuk menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru:
1. Hilirisasi Kelapa di Elpaputih
2. Hilirisasi Sagu di Seram Bagian Timur (SBT)
3. Hilirisasi Ubi Kayu di Buru Selatan (Bursel)
Komitmen Fiskal: Pelunasan Utang SMI Rp136 Miliar per Tahun
Di tengah pacuan pertumbuhan ekonomi, Pemprov Maluku tetap menunjukkan tata kelola keuangan yang bertanggung jawab. Kewajiban pembayaran utang pemulihan ekonomi kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang bersumber dari tahun 2020 dipastikan terus berjalan secara bertahap.
“Tahun ini kita bayar sekali lagi, kemudian tahun depan sekali lagi dan selesai. Alokasi pembayaran masing-masing per tahun kurang lebih Rp136 miliar melalui APBD,” terang Kasrul.
Mengakhiri keterangannya, Kasrul menyampaikan pesan Gubernur Hendrik Lewerissa agar seluruh elemen pemerintah daerah tak menyurutkan semangat di tengah keterbatasan fiskal, melainkan memperkuat kerja sama tim.
“Gubernur mengajak semua pimpinan OPD dan stakeholder untuk tetap optimistis serta meningkatkan kerja-kerja kolaboratif demi memperkuat perekonomian Maluku,” pungkasnya.



















