Edukasi Bahaya Narkoba Jadi Agenda Utama MPLS SMAN 53 Jakarta Tahun Ajaran 2026/2027

Pendidikan14 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA – Sebanyak 250 peserta didik baru SMAN 53 Jakarta Tahun Pelajaran 2026/2027 mendapatkan pembekalan mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Kegiatan edukasi tersebut menghadirkan Brigjen Pol (P) Dr. Victor Pudjiadi, S.PB, FICS, DFM, Ketua Dewan Penasehat DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), yang juga dikenal sebagai dokter sekaligus penyuluh anti-narkoba di Badan Narkotika Nasional (BNN).

banner 336x280

Materi disampaikan secara interaktif melalui pendekatan edutainment, dipadukan dengan pertunjukan sulap edukatif yang membuat suasana penyuluhan berlangsung hidup , menarik dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa.

Penyuluhan tersebut menjadi salah satu agenda utama pada hari ketiga pelaksanaan MPLS SMAN 53 Jakarta yang berlangsung sejak 13 hingga 17 Juli 2026, setelah sebelumnya diawali kegiatan Pra-MPLS pada 11 Juli 2026.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, kegiatan juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai bentuk pergaulan negatif dan kenakalan remaja yang dapat mengancam masa depan generasi muda.

*Kepala Sekolah: Siswa Harus Berani Menolak Narkoba*

Kepala SMAN 53 Jakarta, Dra. Herawati Sihombing, M.Pd, mengatakan materi pencegahan penyalahgunaan narkoba sengaja dimasukkan dalam rangkaian MPLS sebagai upaya membangun karakter dan kesadaran sejak awal para siswa memasuki lingkungan sekolah.

“Hari ini merupakan bagian dari rangkaian MPLS dengan tema bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Kami ingin memperkenalkan kepada siswa kelas X agar tidak pernah mencoba narkoba, selalu berhati-hati terhadap lingkungan pergaulan maupun berbagai bentuk modus yang dapat menjerumuskan mereka,” ujarnya kepada awak media.

Menurut Herawati, metode penyampaian yang digunakan Brigjen Pol (P) Dr. Victor Pudjiadi terbukti efektif menarik perhatian peserta.

“Melalui pendekatan sulap yang edukatif, anak-anak sangat antusias. Hampir dua jam kegiatan berlangsung tanpa terasa karena materinya disampaikan secara menarik sekaligus mudah dipahami,” katanya.

Ia berharap seluruh peserta didik baru mampu menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, berani mengatakan tidak terhadap narkoba, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.

*Komite Sekolah: Edukasi Dikemas Menarik dan Mudah Dipahami*

Ketua Komite SMAN 53 Jakarta yang juga Ketua Umum DPP Gerakan Pendidikan Indonesia Baru (GPIB), Ir. Agung Karang, mengapresiasi sinergi antara pihak sekolah, komite, dan organisasi pendidikan dalam menghadirkan pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa.

Menurutnya, penyampaian materi oleh Brigjen Pol (P) Dr. Victor Pudjiadi berlangsung dengan konsep edukasi dan hiburan (edutainment) sehingga mampu membangun perhatian peserta selama kegiatan berlangsung.

“Materi bahaya narkoba disampaikan secara luar biasa melalui pendekatan edukasi yang dipadukan dengan hiburan. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan sangat antusias sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda sehingga edukasi pencegahan harus terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan berbagai elemen masyarakat.

*Orang Tua Dukung Program Pendidikan Karakter*

Sementara itu, Sekretaris Komite Sekolah SMAN 53 yang juga sebagai ketua Departemen Humas DPP GPIB Tina Permatasari menegaskan seluruh orang tua mendukung berbagai program sekolah yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

“Selama kegiatan yang dilaksanakan sekolah memberikan manfaat positif bagi anak-anak, kami sebagai orang tua tentu akan terus memberikan dukungan penuh. Program seperti penyuluhan bahaya narkoba sangat penting karena menjadi bekal bagi anak-anak dalam menghadapi tantangan pergaulan saat ini,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara sekolah, komite, dan orang tua terus terjalin guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berkualitas.

*MPLS Berlangsung Lima Hari*

Pelaksanaan MPLS SMAN 53 Jakarta Tahun Pelajaran 2026/2027 berlangsung selama lima hari dengan berbagai materi yang berfokus pada pembentukan karakter, pengenalan budaya sekolah, literasi digital, wawasan kebangsaan, kesehatan mental, hingga pendidikan lingkungan.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan Profil Pelajar Pancasila.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Doli Arusdin,S.Pd jajaran pengurus DPP GPIB, di antaranya Hartadi, S.H., M.H. selaku Ketua Departemen Hukum dan Advokasi, serta sejumlah guru dan pengurus Komite SMAN 53 Jakarta.

*Penutupan MPLS Dihadiri Sekitar 1.200 Peserta*

Rangkaian MPLS dijadwalkan ditutup pada Jumat (17/7/2026) di lingkungan SMAN 53 Jakarta, Jalan Cipinang Jaya II, Jatinegara, Jakarta Timur.

Panitia memperkirakan sekitar 1.200 peserta yang terdiri atas siswa, guru, orang tua, dan komite sekolah akan menghadiri acara penutupan. Kegiatan tersebut juga direncanakan menghadirkan penyanyi Shanna Shannon sebagai bintang tamu untuk memberikan motivasi kepada peserta didik baru sekaligus menyemarakkan penutupan MPLS.

Dengan mengusung konsep pendidikan yang edukatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter, SMAN 53 Jakarta berharap para peserta didik baru tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan ketahanan terhadap pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkotika.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *