Komitmen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan pelestarian lingkungan kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Dalam ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada April 2026 lalu, sejumlah program unggulan milik PHI bersama anak perusahaan dan afiliasinya berhasil meraih penghargaan bergengsi di bidang Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG).
KomenNews.Id||Bangkok – Ajang internasional tersebut menjadi forum apresiasi bagi perusahaan-perusahaan dunia yang dinilai berhasil menghadirkan program sosial dan lingkungan yang inovatif, berkelanjutan, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat. Pada penyelenggaraan tahun ini, forum menghadirkan Prof. Dr. Richard David Hames, Founder & Executive Director Centre for The Future, sebagai keynote speaker.
Penghargaan yang diraih PHI berasal dari berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan yang dijalankan oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field, dan PEP Tanjung Field.
Manager Communication, Relations & CID (CRC) PHI, Dony Indrawan, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti konsistensi perusahaan dalam menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai bagian penting dari operasional bisnis hulu migas.
“Penghargaan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip tanggung jawab sosial dan keberlanjutan di seluruh lini operasi perusahaan,” ujar Dony.
Menurutnya, penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan ESG menjadi fondasi utama PHI dalam menjalankan program CSR di wilayah operasional perusahaan.
“Kami meyakini keberlanjutan industri migas sangat ditentukan oleh keberhasilan perusahaan dalam menerapkan prinsip ESG secara konsisten dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam ajang tersebut, PEP Tanjung Field berhasil meraih penghargaan tertinggi kategori Platinum pada sektor Best Empowerment Woman melalui program SEKARA JIRAK yang berfokus pada pemberdayaan perempuan berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Predikat Platinum juga diraih PEP Sangasanga Field melalui program Prokesmas Puja dalam kategori Best Community Program. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya penanganan stunting dan pemberantasan tuberkulosis (TBC).
Sementara itu, PEP Sangatta Field memperoleh penghargaan Bronze lewat program ECO STEP Semberah, sebuah program pertanian organik berkelanjutan yang melibatkan masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan.
PHSS turut menyumbangkan prestasi melalui dua program unggulan pada kategori Best Environmental Excellence. Program BIO KOSMO berhasil meraih predikat Silver berkat inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sedangkan program BALANIPA RECYCLE memperoleh Bronze melalui inovasi pengolahan limbah tali kapal bekas menjadi produk bernilai ekonomi.
Head of CRC Zona 9, Dharma Saputra, menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah daerah, hingga pelaku UMKM di wilayah operasi perusahaan.
“Kolaborasi menjadi kekuatan utama dalam setiap program yang dijalankan. Kami melibatkan masyarakat, UMKM, hingga BUMDes sejak tahap perencanaan sampai implementasi program,” ungkap Dharma.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif membuat program CSR tidak hanya memberi manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Dharma juga menyebut sejumlah program unggulan di Zona 9 sebelumnya turut mengantarkan perusahaan meraih penghargaan PROPER Hijau Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI atas keberhasilan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang melampaui standar kepatuhan.
Di sisi lain, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) juga mencatat prestasi membanggakan dengan meraih predikat Platinum kategori Excellence In Provision Of Literacy & Education Award melalui program Sekolah Negeri Terapung di kawasan Delta Mahakam.
Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan bagi anak-anak di wilayah pesisir yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Head of CRC Zona 8, Achmad Krisna Hadiyanto, menegaskan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
“Kami percaya pendidikan merupakan fondasi penting untuk menciptakan generasi yang memiliki wawasan luas dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Achmad, program pendidikan yang dijalankan PHM telah memberikan dampak nyata, mulai dari peningkatan fasilitas pendidikan, pelatihan vokasi bagi pemuda putus sekolah, pemberian beasiswa, hingga membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat pesisir.
Keberhasilan PHI di tingkat internasional tersebut sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan demi mendukung pembangunan sosial dan ketahanan energi nasional.




















