Otoritas Kementerian Koperasi Republik Indonesia melayangkan apresiasi yang sangat tinggi kepada jajaran pengurus Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Kredit Obor Mas atas capaian kinerja positif sepanjang tahun dua ribu dua puluh lima.
KomenNews.Id||NTT – Lembaga koperasi besar di wilayah Indonesia Timur tersebut dilaporkan sukses membukukan nilai kepemilikan aset hingga menembus angka lebih dari satu koma lima triliun rupiah.Berkat rapor keuangan yang mengkilap itu, KSP Kopdit Obor Mas hingga saat ini dinilai masih tetap memegang mandat kepercayaan penuh dari pemerintah sebagai salah satu koperasi utama penyalur program Kredit Usaha Rakyat.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjabarkan bahwa konsistensi dalam hal penyediaan pelayanan serta inovasi usaha yang dikembangkan secara berkelanjutan menjadi kunci utama dari keberhasilan bisnis koperasi ini.
Ferry membeberkan pada momen peringatan Hari Koperasi Nasional tanggal dua belas Juli mendatang, kementerian berniat menganugerahkan sebuah penghargaan khusus kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penghargaan tersebut dirancang sebagai bentuk penghormatan karena eksistensi KSP Kopdit Obor Mas dinilai telah berhasil membawa harum nama daerah di kancah nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menkop Ferry saat memberikan sambutan dalam agenda Pembukaan Rapat Anggota Tahunan Paripurna XLII Tahun Buku dua ribu dua puluh lima KSP Kopdit Obor Mas pada hari Sabtu ini.
Hadir mendampingi menteri di antaranya Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, Staf Khusus Menkop Widya Ishwara Naraya, Direktur Utama LPDB Krisdiyanto, serta Sekda Provinsi NTT Flouri Rita.
Tantangan Ekspansi Menuju Sektor Riil Hingga Komitmen Pembinaan Terhadap Koperasi Eksisting
Melihat performa bisnis yang tumbuh sehat, Menkop Ferry mendorong agar manajemen KSP Kopdit Obor Mas mulai mengalihkan fokus untuk memperluas kepakan sayap bisnisnya masuk ke sektor riil.
Ferry menilai selama ini roda pendapatan koperasi kebanggaan nasional tersebut masih terlalu dominan ditopang oleh penyediaan jasa sektor simpan pinjam semata.
Melalui langkah berani merambah sektor produktif, KSP Kopdit Obor Mas diharapkan mampu melahirkan efek domino yang jauh lebih besar bagi pemberdayaan ekonomi anggota dan masyarakat luas.
Secara spesifik pihak kementerian mengharapkan agar koperasi kredit ini mulai menancapkan investasinya pada sektor produktif yang mampu menyokong keberlangsungan UMKM lokal serta industri pariwisata.
Langkah optimalisasi pada sektor riil ini juga diyakini bakal bermuara pada peningkatan pendapatan lembaga sekaligus mendongkrak perolehan nilai Sisa Hasil Usaha bagi seluruh anggota.
Di sisi lain, Kemenkop memberikan garansi bahwa pemerintah akan tetap fokus memberikan payung dukungan serta pendampingan bagi koperasi eksisting di tengah bergulirnya program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.
Program prioritas di bawah komando Presiden tersebut sengaja digulirkan demi mengembalikan arah kompas pembangunan ekonomi nasional agar berjalan selaras dengan mandat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
Ferry menegaskan tanggung jawab besar dari Kementerian Koperasi tidak boleh hanya terpaku pada urusan pengelolaan KDKMP saja melainkan wajib terus membina eksistensi koperasi lama seperti KSP Kopdit Obor Mas.
Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan rasa bangganya karena koperasi yang lahir dari semangat kesederhanaan di wilayahnya kini mampu berkembang memiliki seratus enam puluh dua ribu anggota lebih.
Juventus berharap dengan adanya seratus tiga puluh koperasi aktif dan seratus sembilan puluh empat KDKMP di wilayahnya, Kabupaten Sikka dapat ditunjuk menjadi salah satu model nasional dalam pengembangan ekonomi berbasis komunitas desa.
Plt Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Valerianus Samador, menegaskan pelaksanaan RAT hari ini yang dihadiri tiga puluh dua perwakilan kantor cabang menjadi momentum penting untuk mengesahkan struktural kepengurusan baru periode 2026-2029.
Valerianus menyebutkan total aset riil yang dikelola saat ini berada di angka satu koma lima dua triliun rupiah, di mana target kerja pada tahun dua ribu dua puluh enam ini akan difokuskan pada penguatan disiplin anggota lewat literasi keuangan.



















