Hari Raya Idul Adha selalu punya cerita tentang keikhlasan dan berbagi. Bagi Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, momen menjelang 10 Dzulhijah 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026 ini bukan sekadar rutinitas kalender. Ini adalah ujian kepedulian di tengah masa-masa sulit.
KomenNews.id // Ambon – Sudah bukan rahasia lagi jika pemerintah daerah sedang memperketat ikat pinggang. Efisiensi anggaran terjadi di mana-mana, berdampak pada pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) hingga penurunan pendapatan daerah. Namun bagi Gubernur, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk memotong kebahagiaan warga, khususnya masyarakat yang berhak menerima, yang menantikan hangatnya daging kurban di hari raya.
Melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Pemprov Maluku bergerak cepat. Hasilnya, *125 ekor hewan kurban*—terdiri dari 100 ekor sapi dan 25 ekor kambing—siap dialokasikan untuk mengetuk pintu-pintu rumah warga yang membutuhkan.
Dari Sapi Brahma 650 Kg hingga Distribusi yang Adil
Kepedulian Gubernur rupanya tidak berhenti pada anggaran negara. Dari kantong pribadinya, mantan anggota DPR-RI periode 2019-2024 ini juga turut menyumbangkan satu ekor sapi jenis Brahma berbobot fantastis, *650 kilogram*. Sapi jumbo ini akan diserahkan langsung bersamaan dengan bantuan pemprov lainnya.
Kepala Biro Kesra Pemprov Maluku, Faisal Ahmad, menceritakan bagaimana proses di balik layar penyiapan kurban ini. Menurutnya, antusiasme warga dan pengurus masjid yang memasukkan proposal sangat tinggi.
“Memang permohonan hewan kurban begitu banyak. Dengan memperhatikan kondisi keuangan daerah, maka kita siapkan 125 ekor yang didistribusikan secara proporsional,” ungkap Faisal saat ditemui di Ambon, Sabtu (23/5/2026).
Nantinya, ratusan hewan kurban yang dipastikan sehat dan lolos uji kelayakan ini akan disebar ke *9 kabupaten/kota* di Bumi Raja-Raja, mulai dari Kota Ambon, Maluku Tengah, SBB, SBT, Buru, Buru Selatan, Malra, Aru, hingga Kota Tual.
Menghadirkan Senyum Tanpa Membeda-bedakan
Rencananya, pada Senin, 25 Mei 2026—atau dua hari sebelum Idul Adha—kawasan Masjid Alfatah Ambon akan menjadi saksi penyerahan simbolis bantuan ini. Setelah itu, logistik kurban akan langsung berlayar dan bergerak menuju masjid-masjid penerima di luar Pulau Ambon.
Faisal menegaskan, kebijakan Gubernur ini berangkat dari prinsip kesetaraan. Di mata sang Gubernur, seluruh umat beragama di Maluku berhak mendapatkan perhatian yang sama dari pemimpinnya.
“Bagi Gubernur, semua agama harus diberlakukan sama, tidak boleh dibeda-bedakan. Meski di tengah keterbatasan, kepedulian adalah wajib sebagai kepala daerah untuk masyarakatnya, apalagi kaum dhuafa tanpa kecuali. Sehingga mereka bisa menjalani hari raya Idul Adha dengan senyum dan sukacita,” pungkas Faisal.
Melalui ratusan hewan kurban ini, transformasi Maluku yang dicita-citakan Gubernur Hendrik Lewerissa tampaknya sedang berjalan pelan tapi pasti: dimulai dari pemenuhan hak-hak paling mendasar warganya untuk bisa tersenyum bersama di hari yang fitri.




















