KomenNews.id // Jakarta, –Penguatan moderasi beragama di Maluku dinilai perlu dimulai dari lingkup paling dasar, yakni keluarga. Dengan latar belakang Maluku sebagai provinsi kepulauan yang memiliki keberagaman agama dan budaya yang kuat, keluarga dipandang sebagai benteng utama dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
Gagasan tersebut menjadi pokok pembahasan TP-PKK Maluku, yang diketuai Maya Baby Lewerissa dalam pertemuan dengan Menteri Agama, Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Mewakili Ketua TP-PKK Maluku, Kasrul Selang selaku Wakil Ketua TP-PKK Maluku, menjelaskan bahwa jaringan PKK yang menjangkau hingga desa-desa di 11 kabupaten/kota menjadi kekuatan strategis dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat.
Menurutnya, melalui pembinaan keluarga dan pemberdayaan perempuan, PKK dapat menjadi mitra penting pemerintah dalam memperkuat kehidupan sosial masyarakat yang rukun dan harmonis.
“PKK memiliki jaringan sampai ke desa-desa dan berhubungan langsung dengan keluarga. Karena itu kami mendorong agar moderasi beragama dimulai dari keluarga,” kata Kasrul.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekretaris dan Bendahara TP-PKK Maluku, Kepala Kanwil Kementerian Agama Maluku, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Maluku, Kepala Perwakilan Maluku di Jakarta, serta Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Maluku, Alimudin Kolatlena. Menteri Agama turut didampingi staf khusus dan tim ahli.
Dalam kesempatan itu, Kasrul memaparkan berbagai program yang selama ini dilakukan untuk membantu pemerintah daerah dalam pembinaan keluarga di tingkat desa. Selain itu, mereka juga mengajukan sejumlah dukungan kepada Kementerian Agama, antara lain penguatan program moderasi beragama berbasis keluarga, pelatihan keluarga sakinah dan parenting religius, serta peningkatan peran penyuluh agama bagi perempuan di desa.
Kasrul mengungkapkan, usulan tersebut juga dilatarbelakangi sejumlah tantangan yang dihadapi keluarga di Maluku, seperti tekanan sosial ekonomi yang dapat memengaruhi ketahanan keluarga serta literasi keagamaan yang belum merata di masyarakat.
Selain itu, TP-PKK Maluku juga mengusulkan bantuan sarana keagamaan untuk mendukung pembinaan kehidupan religius masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, TP-PKK Maluku menyerahkan proposal kepada Menteri Agama yang merupakan hasil evaluasi dan monitoring kegiatan, Ketua TP-PKK, Maya Baby Lewerissa di 11 kabupaten/kota hingga desa di Maluku.
Menurut Kasrul, Menteri Agama mengapresiasi inisiatif TP-PKK Maluku dan menyatakan akan menindaklanjuti proposal tersebut dengan meneruskannya kepada direktorat jenderal terkait di kementerian.
“Pak Menteri pada prinsipnya sangat mengapresiasi pertemuan ini dan akan meneruskan proposal yang kami sampaikan kepada para Dirjen terkait, tentu disesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada,” ujarnya.
Hal penting lain yang turut dibahas adalah persoalan pasangan suami istri yang telah menikah namun belum memiliki buku nikah resmi. Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan itu, jumlahnya di Maluku diperkirakan mendekati 5.000 keluarga.
“Ini menjadi perhatian serius. Pak Menteri berkomitmen untuk segera menindaklanjuti persoalan ini, dan TP-PKK Maluku diharapkan dapat membantu memfasilitasi hingga ke kabupaten, kota, bahkan desa,” kata Kasrul.
Ia menegaskan, PKK selama ini memiliki peran penting dalam mengadvokasi masyarakat di desa, terutama dalam penguatan keluarga. Bahkan, sejumlah program PKK dinilai sejalan dengan program pembinaan keluarga yang dijalankan Kementerian Agama.
“Kami ingin memastikan bahwa moderasi beragama dimulai dari rumah. TP-PKK Maluku siap menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam menjaga keutuhan Indonesia yang dimulai dari keluarga,” tegasnya.
Audiensi tersebut, Kasrul Selang sebagai Wakil Ketua TP-PKK didampingi Sekretaris Irma Betaubun dan bendahara Ade Latuconsina. Selain itu, Jais Ely Kepala Dinas Disperindag Maluku, Saipul Patta yang menjabat Kepala Badan Penghubung beserta jajaran. (ulin)




















