Anggaran Terbatas Bukan Alasan, Pemkab Garut Terus Perjuangkan Infrastruktur

Daerah, Ekonomi35 Dilihat
banner 468x60

Komen News Garut// – Penanganan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Garut sejak kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Garut yang dilantik pada 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh  Agus Ismail Yang akrab di panggil Agis  Menurutnya, berbagai langkah telah ditempuh pemerintah daerah, mulai dari pengusulan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga pengajuan dukungan kepada Pemerintah Pusat.

banner 336x280

“Perbaikan dan penanganan infrastruktur, termasuk Banjarwangi yang sekarang ramai dibicarakan, menjadi perhatian. Pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah melalui pengusulan ke provinsi maupun ke pusat,” tegasnya.

Beberapa ruas jalan strategis terus didorong untuk mendapatkan dukungan penanganan. Di antaranya ruas Sumadra-Cileuleui  serta  Banjarwangi-Pamegatan-Singajaya . Ruas-ruas tersebut memiliki posisi penting dalam konektivitas wilayah dan berpotensi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kabar baik datang untuk warga Banjarwangi. Pemerintah telah memperoleh alokasi anggaran untuk penanganan jalan tersebut pada tahun 2026.
“Sekarang Jalan Banjarwangi sudah masuk. Untuk tahap tahun 2026 sudah ada anggaran sebesar  Rp41 miliar ungkap Agus.

Alokasi tersebut menjadi jawaban atas harapan panjang masyarakat yang selama ini mendambakan kondisi jalan lebih baik. Namun Agus menegaskan, persoalan infrastruktur di Garut tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Panjang jalan kabupaten yang mencapai ribuan kilometer, kerusakan yang tersebar di berbagai kecamatan, kebutuhan pembangunan jalan baru, hingga pentingnya irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian, semuanya membutuhkan perencanaan matang dan anggaran besar.

Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah, Pemkab Garut memilih terus mengetuk pintu pemerintah provinsi dan pusat, sambil tetap mengoptimalkan anggaran daerah yang tersedia.

Jalan Banjarwangi kini menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat terus diperjuangkan. Dengan masuknya alokasi Rp41 miliar, harapan akan jalan yang lebih layak mulai menemukan titik terang.

Namun bagi Agus Ismail, perjuangan membangun infrastruktur Garut belum berhenti. Masih ada ratusan kilometer jalan kabupaten yang menanti perbaikan, ribuan kilometer jalan desa yang membutuhkan perhatian, irigasi yang harus dibenahi, serta jalan-jalan baru yang perlu dibangun demi membuka akses dan menggerakkan ekonomi.

“Di situlah tantangan besar pembangunan Garut sesungguhnya: bagaimana keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk berhenti, melainkan menjadi dorongan untuk terus mencari jalan, membangun kolaborasi, dan memperjuangkan dukungan demi menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi masyarakat,” paparnya. *cds*

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *