Dewan Pimpinan Daerah Pemuda Demokrasi Indonesia Sumatera Utara (DPD PDI Sumut) memberikan apresiasi terhadap sikap Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution yang dinilai berani menyampaikan kondisi keamanan dan kriminalitas di Sumatera Utara secara terbuka di hadapan Kapolri dalam kunjungan kerja di Medan.
KomenNews.id // Medan – Dalam sambutannya, Bobby Nasution disebut menyampaikan kondisi faktual bahwa Sumatera Utara masih menghadapi persoalan serius terkait peredaran narkoba dan tingginya angka kriminalitas.
Bagi DPD PDI Sumut, keterbukaan tersebut merupakan bentuk keberanian seorang kepala daerah dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mendorong penanganan yang lebih serius.
Ketua DPD PDI Sumut, Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., menilai pernyataan tersebut menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak seharusnya hanya menyampaikan laporan yang bersifat seremonial atau sekadar membuat pimpinan merasa puas.
“Ini baru pemimpin. Kami mengapresiasi langkah Gubernur Bobby Nasution yang berani menyampaikan fakta sebenarnya di depan Kapolri. Jangan sampai laporan kepada pimpinan hanya berisi kondisi yang baik-baik saja atau sekadar ‘Asal Bapak Senang’ (ABS),” tegas Paulus Gulo, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Paulus, keterbukaan mengenai persoalan narkoba dan kriminalitas justru dapat menjadi pintu masuk untuk menghadirkan solusi yang lebih konkret.
Paulus mengatakan, keberanian mengakui adanya persoalan merupakan bagian penting dari kepemimpinan. Menurutnya, apabila sebuah persoalan ditutup-tutupi, maka akan sulit dilakukan penanganan secara menyeluruh.
Sebaliknya, dengan menyampaikan kondisi yang sebenarnya, pemerintah dan aparat penegak hukum dapat melakukan evaluasi serta menentukan langkah penanganan yang lebih tepat.
“Kalau penyakitnya ditutupi, bagaimana mau disembuhkan? Kejujuran mengenai kondisi di lapangan justru harus menjadi awal untuk melakukan perbaikan,” ujarnya.
DPD PDI Sumut juga menilai penyampaian kondisi Sumatera Utara secara terbuka dapat menjadi bahan bagi pemerintah pusat dan jajaran kepolisian untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap persoalan narkoba dan kriminalitas.
Menurut Paulus, apabila persoalan tersebut memang masih tinggi berdasarkan data dan fakta di lapangan, maka diperlukan penguatan langkah pencegahan dan penindakan, termasuk sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Jangan takut menyampaikan fakta. Justru dari fakta itulah solusi bisa dirumuskan. Kalau memang persoalannya berat, maka penanganannya juga harus lebih serius dan terukur,” katanya.
Paulus juga menyinggung pentingnya mengedepankan kerja nyata dibandingkan sekadar membangun citra mengenai kondisi keamanan.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan rasa aman yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya gambaran positif yang disampaikan melalui berbagai publikasi.
Ia menegaskan, kritik tersebut tidak ditujukan untuk menyudutkan institusi tertentu, melainkan sebagai dorongan agar seluruh jajaran terkait terus melakukan pembenahan dalam menghadapi persoalan narkoba dan kriminalitas di Sumatera Utara.
“Masyarakat membutuhkan keamanan yang nyata. Bukan sekadar pencitraan. Kalau masih ada persoalan narkoba dan kriminalitas, mari kita akui dan kita lawan bersama-sama,” tegas Paulus.
Lebih lanjut, DPD PDI Sumut menyatakan siap mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat pemberantasan narkoba dan menekan angka kriminalitas di Sumatera Utara.
“Gubernur Bobby Nasution menunjukkan bahwa beliau membutuhkan kerja nyata untuk memajukan Sumatera Utara. Kami di Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut berdiri bersama masyarakat dan mendukung langkah-langkah nyata dalam perang melawan narkoba dan kriminalitas,” pungkas Paulus Gulo.
DPD PDI Sumut berharap keterbukaan mengenai kondisi keamanan di Sumatera Utara dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan sehingga masyarakat benar-benar merasakan peningkatan keamanan dan ketertiban.













