Memasuki musim kemarau yang makin terasa dampaknya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat Maluku untuk mengantisipasi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena cuaca ekstrem El Nino.
KomenNews.id // Ambon – Gubernur mengingatkan bahwa kenaikan suhu udara dan kondisi cuaca yang sangat kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran secara signifikan serta mempercepat penyebaran titik api.
“Saat ini kita menghadapi kondisi cuaca yang semakin panas dan kering, termasuk dampak fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran dan mempercepat penyebaran api,” ujar Gubernur Maluku dalam pesan resminya, Selasa (9/8/2026).
Larangan Membakar Lahan
Gubernur mengimbau masyarakat agar menahan diri dari segala aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya api. Secara khusus, warga diminta untuk tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar. Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak meninggalkan bekas pembakaran tanpa pengawasan di area lahan maupun hutan.
Ia menegaskan, jika masyarakat menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran, hendaknya segera melapor ke pihak berwenang seperti BPBD, pemadam kebakaran, atau aparat pemerintah setempat, serta tidak mengambil tindakan sendiri jika situasi sudah membahayakan keselamatan jiwa.
Instruksi bagi Bupati, Wali Kota, hingga Tokoh Adat
Gubernur juga menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan daerah—mulai dari bupati, wali kota, Forkopimda, aparat TNI/Polri, hingga para Raja dan Kewang (lembaga adat penjaga lingkungan)—untuk berada dalam kondisi siaga satu.
Pihak-pihak terkait diminta aktif memantau wilayah-wilayah yang masuk dalam pemetaan rawan kebakaran, merespons kejadian secara cepat, dan membentuk posko siaga di daerah jika diperlukan.
“Kita tidak boleh menunggu sampai bencana terjadi. Pencegahan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Gubernur.
Di akhir pesannya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling melindungi dan bergandengan tangan menjaga kelestarian alam dan lingkungan Maluku di tengah ancaman perubahan cuaca ekstrem saat ini.














