Proses panjang pencarian identitas visual untuk Kongres XL Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) akhirnya mencapai puncaknya. Desain spektakuler karya *Erast Jansen So* resmi dinobatkan sebagai pemenang terbaik dalam lomba Sayembara Logo dan Maskot Kongres XL GMKI. Atas kemenangan ini, Erasth berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar *Rp5.000.000,-*.
KomenNews.id // Ambon – Pengumuman pemenang ini disampaikan langsung oleh dua anggota dewan juri, yakni seniman Maluku Dr. Hengky Sopacua, S.Pd., SH., MH dan pakar IT Charisma Frans, S.Kom.
Turut mendampingi dalam pengumuman tersebut Wakil Sekretaris Panitia Kongres Jimmy Pieter Papilaya, Ketua Koordinator Divisi Humas Jafri Taihutu, serta Wakil Sekretaris BPC GMKI Ambon Yondry Siletty di Siwabessy 26 GMKI Cabang Ambon, Rabu (8/7).
Soroti Orisinalitas: Karya Manusia Ungguli Kecerdasan Buatan (AI)
Ada yang menarik dari proses penjurian kali ini. Di tengah gempuran teknologi modern, dewan juri memberikan perhatian ekstra pada aspek orisinalitas dan kemampuan mendesain manual.
“Di zaman sekarang AI saja tidak cukup. Karya-karya anak bangsa yang lahir dari talenta murni memiliki nilai yang sangat luar biasa,” tegas Hengky Sopacua.
Berkat keahlian tim juri di bidang teknologi informasi, setiap karya disaring ketat untuk mendeteksi penggunaan Artificial Intelligence (AI). Dari total 28 peserta yang masuk tanpa identitas (demi menjaga objektivitas), juri menilai berdasarkan 4 aspek utama:
1. Kesesuaian (Mencerminkan nilai-nilai Kristiani GMKI).
2. Originalitas (Murni kreativitas sang desainer, bukan hasil AI).
3. Tampilan (Daya tarik artistik yang utuh).
4. Filosofi Kedaerahan (Mengangkat potensi lokal Maluku).
Melalui persaingan sengit, Erasth Jansen So berhasil mengungguli kompetitornya dengan meraih skor tertinggi, yaitu 87.
Makna Filosofis: Perahu Belang hingga Burung Nuri Raja Penabuh Tifa
Karya Erast dinilai sukses mengawinkan nilai spiritualitas dan kekayaan budaya Maluku ke dalam bentuk visual yang apik:
* Desain Logo: Memadukan simbol Perahu Belang, Baileo, kekayaan budaya Maluku (Culture of Mollucas), serta Salib yang memancarkan cahaya sebagai simbol kekuatan iman dan pelayanan.
* Desain Maskot: Diberi nama “Burung Nuri Raja” yang digambarkan sedang menabuh tifa. Sosok ini membawa pesan kuat tentang kepemimpinan, persaudaraan, perdamaian, serta kesiapan masyarakat Maluku menyambut para kader GMKI se-Indonesia pada Kongres XL tahun 2027 mendatang.
Ambon Siap Jadi “Laboratorium Harmonisasi” Nasional
Sementara itu, Wakil Sekretaris Panitia Kongres, Jimmy Papilaya, menjelaskan bahwa sayembara yang dibuka sejak 15 hingga 30 Juni 2026 ini bukan sekadar urusan internal organisasi, melainkan panggung besar bagi Maluku.
“Kongres XL GMKI tahun 2027 di Kota Ambon adalah momentum untuk memperkenalkan daerah ini sebagai laboratorium harmonisasi kehidupan sosial di Indonesia, sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Maluku,” ujar Jimmy.
Jimmy juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh peserta, juri, tim humas, serta rekan media yang terus mengawal persiapan agenda akbar ini. Dalam waktu dekat, logo dan maskot pemenang ini akan diluncurkan secara resmi oleh Pengurus Pusat GMKI.














