Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) DKI Jakarta memperingati Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) atau World Blood Donor Day 2026 dengan menggelar seremoni sederhana namun sarat makna di Aula Markas PMI Kota Jakarta Utara, Jalan Plumpang Semper No. 54, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Minggu (14/6).
KomenNews.Id||Jakarta – Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri jajaran pengurus PDDI DKI Jakarta, pengurus PDDI cabang se-DKI Jakarta, unsur Palang Merah Indonesia (PMI), relawan kemanusiaan, serta para pendonor darah sukarela yang selama ini menjadi garda terdepan dalam gerakan donor darah.
Pada peringatan tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengusung tema “One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives.” atau “Setetes Kemanusiaan. Berikan Darah. Selamatkan Nyawa.”
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tetes darah yang disumbangkan secara sukarela memiliki arti penting bagi keselamatan hidup sesama. Donor darah tidak hanya membantu korban kecelakaan, tetapi juga menjadi harapan bagi ibu melahirkan, pasien kanker, penyandang talasemia, hingga mereka yang menjalani tindakan operasi dan membutuhkan transfusi darah.
Sejumlah tokoh yang selama ini aktif mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan turut hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Ketua Bidang Organisasi dan Relawan PMI Kota Jakarta Utara, Troy Aldi Pratama, yang mewakili Ketua PMI Kota Jakarta Utara.
Hadir pula Ketua PDDI DKI Jakarta Irjen Pol (P) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M., Wakil Ketua PDDI DKI Jakarta H. Mohammad Dawam, S.H.I., M.H., Sekretaris PDDI DKI Jakarta Endang K.S., jajaran Pengurus Daerah PDDI DKI Jakarta, serta Ketua dan Pengurus PDDI Cabang se-DKI Jakarta.
Turut hadir Ieryana Lannywati selaku President Lions Club Jakarta Indo Prima Distrik 307-B1 beserta jajaran, para relawan kemanusiaan, dan pendonor darah sukarela.
Dalam sambutannya, Ketua PDDI DKI Jakarta Irjen Pol (P) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M., menegaskan bahwa donor darah bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang mencerminkan kepedulian terhadap sesama tanpa memandang latar belakang apa pun.
“Setiap kantong darah yang didonorkan adalah bentuk nyata cinta kasih dan solidaritas kemanusiaan. Kita mungkin tidak mengenal siapa yang menerima darah kita, tetapi kita mengetahui bahwa darah tersebut dapat menyelamatkan nyawa seseorang,” ujarnya.
Momentum Hari Donor Darah Sedunia juga menjadi ajang untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para pendonor darah sukarela yang secara konsisten mendonorkan darahnya demi membantu sesama. Mereka adalah pahlawan kemanusiaan yang bekerja dalam senyap, namun memiliki kontribusi besar dalam menjaga keberlangsungan layanan kesehatan.
PDDI DKI Jakarta menyampaikan bahwa kebutuhan darah hingga saat ini masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor darah secara rutin perlu terus ditingkatkan guna memastikan ketersediaan darah yang aman, berkualitas, dan mencukupi bagi pasien yang membutuhkan.
Selain memberikan apresiasi kepada para pendonor, peringatan HDDS 2026 juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya donor darah sukarela, rutin, dan tanpa pamrih sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wujud nyata budaya gotong royong bangsa Indonesia.
Melalui momentum ini, PDDI DKI Jakarta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan donor darah serta mendukung kampanye global WHO, “Drop Your Drop”, yang mendorong setiap individu untuk berkomitmen menjadi pendonor darah secara berkelanjutan.
Di tengah berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat saat ini, semangat berbagi melalui donor darah menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup, tumbuh, dan hadir dalam kehidupan sosial.
Sebab pada akhirnya, satu tetes darah bukan sekadar cairan kehidupan, melainkan simbol kepedulian, harapan, dan kesempatan kedua bagi mereka yang tengah berjuang untuk tetap hidup.
Selamat Hari Donor Darah Sedunia 2026
“One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives.”
“Setetes Kemanusiaan. Berikan Darah. Selamatkan Nyawa.”














