4 gunung api aktif di wilayah Indonesia dilaporkan mengalami erupsi secara bersamaan pada Rabu (9/9) dini hari hingga pagi hari. Hasil penelusuran media ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas vulkanik meningkat signifikan dalam kurun waktu yang berdekatan di empat lokasi berbeda.
KomenNews.id // Jakarta – Berdasarkan data resmi laporan pemantauan gunung api, berikut adalah rincian waktu dan lokasi erupsi keempat gunung tersebut:
-
Gunung Anak Krakatau (Selat Sunda)
-
Waktu Erupsi: Pukul 00:47 WIB
-
Detail: Tinggi kolom abu teramati mencapai ±800 meter di atas puncak. Amplitudo maksimum terekam 51 mm dengan durasi gempa erupsi sekitar 28 detik. Status gunung saat ini berada di Siaga (Level II).
-
-
Gunung Semeru (Jawa Timur)
-
Waktu Erupsi: Pukul 01:22 WIB
-
Detail: Gunung Semeru meluncurkan abu vulkanik abu-abu putih setinggi 500 meter di atas puncak yang mengarah ke barat daya. Status bertahan di Level III (Siaga).
-
-
Gunung Ili Lewotolok (Lembata, Nusa Tenggara Timur)
-
Waktu Erupsi: Pukul 04:15 WITA (03:15 WIB)
-
Detail: Kolom hembusan abu teramati berwarna kelabu tebal dengan ketinggian ±400 meter di atas puncak. Status saat ini Waspada (Level II).
-
-
Gunung Ibu (Halmahera, Maluku Utara)
-
Waktu Erupsi: Pukul 05:30 WIT (03:30 WIB)
- Detail: Erupsi Amplitudo maksimum terekam 51 mm dengan durasi gempa erupsi sekitar 28 detik. Melontarkan kolom abu tebal berwarna kelabu hingga cokelat. Status berada di Level III (Siaga).
-
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama PVMBG mengonfirmasi bahwa rentetan erupsi ini merupakan manifestasi aktivitas tektonik regional dan jalur Ring of Fire yang kebetulan mengalami pelepasan energi pada interval waktu berdekatan.
Masyarakat di sekitar kawasan empat gunung tersebut diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius bahaya yang telah ditetapkan (3–5 kilometer dari kawah aktif). Warga juga diminta mengenakan masker pelindung mulut dan hidung guna mengantisipasi paparan hujan abu vulkanik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BNPB dan BPBD setempat terus melakukan pemantauan ketat serta menyiapkan jalur evakuasi jika terjadi peningkatan status vulkanik secara mendadak.



















