4 Dokter Asal Maluku Ikut Orientasi PPDS, Gubernur Harap Kedepan Lebih Banyak Peluang Anak Daerah Lulusan Spesialis

banner 468x60

KomenNews.id // Jakarta,- 56 dokter umum yang lulus dalam seleksi program pendidikan dokter spesialis periode II tahun 2025-2026, mengikuti Orientasi Pusat Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), Rabu (25/02/2026), di Kementerian Kesehatan.

Pantauan media ini, orientasi PPDS dibuka oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. Dalam sambutannya, Menkes mengatakan,
pembukaan jalur pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit merupakan kebijakan afirmatif untuk memperluas akses putra-putri daerah terhadap pendidikan spesialis, sekaligus mendorong pemerataan layanan kesehatan nasional.

banner 336x280

” Melalui penetapan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama, pemerintah menargetkan peningkatan signifikan jumlah dokter spesialis yang berasal dari daerah dan kembali mengabdi ke daerah, terutama daerah timur,” tutur Menkes.

Di kesempatan yang sama, dr. Raden Acmad Hasanusi, asal Maluku mewakili peserta dalam memberikan sambutan. Hasanusi menyampaikan, dirinya lulusan dokter umum dari Universitas Pattimura Ambon, dengan penempatan di Kabupaten Buru,provinsi Maluku.

Akuinya, pasien dengan penyakit yang tergolong kardiovaskular harus rujukan ke ibukota provinsi karena keterbatasan dokter dan inftrastruktur.

” Harus menempuh perjalanan 12 jam lebih lewat laut dari Buru ke kota Ambon di rumah sakit rujukan yakni Rumah Sakit Dr.Leimena. Saya mengikuti PPDS berbasis RSPPU sebagai filosofis panggilan kami dalam pelayanan di daerah pedalaman. Selain itu, sebagai jembatan antara pusat dan daerah. Kami belajar di pusat dan mengabdi ke daerah. Kami ingin ditempa dengan standar pendidikan terbaik dan kembali ke daerah untuk mengabdi,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berharap ke depannya lebih banyak putra-putri daerah lulusan dokter spesialis. Mengingat keterbatasan dokter spesialis di Maluku dan pentingnya topangan pemerintah pusat sebagai jembatan pendidikan seperti PPDS RSPPU tersebut.

” Bapak Gubernur berharap ke depan ada kesempatan juga bagi putra dan putri daerah mengikuti program-program Kementerian Kesehatan berbasis dokter spesialis. Karena pentingnya kebutuhan dokter di Maluku dan sangat diperlukan. Bapak Gubernur memdukung penuh,” ungkap Saipul Patta, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, yang hadir mewakili Gubernur.

56 orang dokter umum yang lulus  dalam seleksi progran pendidikan dokter spesialis periode ke II thn 2025 – 2026, 4 orang berasal dari Maluku, yaitu :

1. Maria Apolonia Narahawarin
Prodi IImu Kesehatan Anak – RSAB Harapan Kita. Penempatan Kab. Kepulauan Aru .

2. Isaias Stany Renjaan
IImu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah – RSJPD Harapan Kita, Penempatan Kota Tual.

3. Raden Achmad Chairul Umam Hasanusi
IImu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah – RSJPD Harapan Kita, Penempatan Kabupaten Buru.

4. Chelsy Simatauw
IImu Kesehatan Mata – RS Mata Cicendo.
Penempatan Kabupaten Seram Bagian Barat.

(ulin)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *