Tindakan Tegas Kepolisian Jaga Kamtibmas, Polres Metro Jakarta Timur Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan Jalanan dan Tawuran

banner 468x60

Jakarta Timur – Polres Metro Jakarta Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) skala besar yang digelar hingga Minggu (31/05/26) dini hari.

Kegiatan ini difokuskan untuk mengantisipasi aksi tawuran, kejahatan jalanan, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penyalahgunaan narkoba, kepemilikan senjata tajam, serta berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya yang meresahkan masyarakat.

banner 336x280

Operasi diawali dengan apel kesiapan personel di halaman Polres Metro Jakarta Timur yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hari Agung Julianto, diikuti oleh 81 personel gabungan yang terdiri dari unsur Pejabat Utama Polres, Satreskrim, Satnarkoba, Satintelkam, Sat Samapta, Sie Propam, Sat Binmas, Satlantas, Brimob, TNI, serta personel pendukung lainnya.

Dalam arahannya, AKBP Hari Agung Julianto menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari, khususnya aksi tawuran, kejahatan jalanan, dan aktivitas kelompok yang bersifat anarkis.

“Kegiatan malam ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tepat sasaran. Jakarta Timur masih menjadi salah satu wilayah yang memiliki kerawanan tawuran dan kejahatan jalanan. Karena itu, kehadiran anggota di lapangan harus mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah terjadinya gangguan kamtibmas. Laksanakan tugas secara humanis, namun apabila ditemukan pelanggaran hukum yang mengancam keselamatan masyarakat, lakukan tindakan tegas, terukur, dan sesuai prosedur,” tegas AKBP Hari Agung Julianto saat memimpin apel.

Usai apel, personel gabungan melaksanakan patroli skala besar dengan menyasar sejumlah lokasi yang telah dipetakan sebagai titik rawan gangguan keamanan. Salah satu fokus pengamanan berada di kawasan Jembatan Kebon Singkong, Jalan Raya I Gusti Ngurah Rai, yang selama ini menjadi perhatian aparat kepolisian dalam mengantisipasi tawuran antar kelompok warga serta aksi kriminalitas jalanan.

Selain patroli stasioner, petugas juga melakukan patroli mobile menyusuri sejumlah ruas jalan utama mulai dari Jalan Raya Basuki Rahmat, Jalan Pahlawan Revolusi, Jalan Raya I Gusti Ngurah Rai hingga Jalan Raya Bekasi Timur. Kegiatan tersebut bertujuan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus menciptakan efek pencegahan melalui kehadiran polisi secara langsung di tengah masyarakat.

Patroli yang melibatkan unsur TNI dan Brimob ini menjadi bentuk sinergitas aparat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Jakarta Timur. Kehadiran personel gabungan di titik-titik strategis diharapkan mampu menekan angka kriminalitas serta mencegah munculnya gangguan keamanan yang dapat merugikan masyarakat.

AKBP Hari Agung Julianto menegaskan bahwa Polres Metro Jakarta Timur akan terus meningkatkan patroli dan operasi kepolisian secara berkelanjutan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku tawuran, begal, penyalahgunaan narkoba maupun kelompok yang melakukan tindakan anarkis. Seluruh jajaran akan terus melakukan patroli, pengawasan, dan penindakan secara profesional demi memastikan masyarakat Jakarta Timur dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Keamanan masyarakat adalah prioritas utama yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja, khususnya pada malam hari.

“Kami mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas putra-putrinya agar tidak terlibat tawuran maupun pergaulan yang berpotensi melanggar hukum. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya rencana tawuran, penyalahgunaan narkoba, kepemilikan senjata tajam, atau aktivitas mencurigakan lainnya. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting untuk mewujudkan Jakarta Timur yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Melalui patroli skala besar yang dilakukan secara konsisten, Polres Metro Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat serta melakukan tindakan tegas terhadap setiap bentuk kejahatan yang mengancam keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan warga.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *