Sorotan Keras Kombes Ferry Walintukan: Etika Jurnalistik Tak Bisa Ditawar

banner 468x60

Sorotan keras terhadap dunia jurnalistik disampaikan Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, yang menegaskan bahwa etika jurnalistik tidak bisa ditawar dalam kondisi apa pun. Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyalahgunaan profesi, ia mengingatkan bahwa wartawan harus tetap berada pada koridor yang benar dan tidak mencampuradukkan peran dengan kepentingan lain.

 

banner 336x280

 

KomenNews.id // Medan – Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama insan pers yang berlangsung Rabu (1/4/2026) pukul 11.00 WIB di ruang kerja Kabid Humas Polda Sumut. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu menjadi ruang refleksi bersama terkait pentingnya menjaga marwah profesi jurnalistik.

Dalam penyampaiannya, Kombes Ferry menegaskan bahwa profesi wartawan adalah profesi mulia yang memiliki tanggung jawab besar terhadap publik.

“Wartawan ya wartawan, LSM ya LSM. Jangan dicampuradukkan. Setiap profesi punya fungsi dan tanggung jawab masing-masing. Jika keluar dari koridor, maka itu bukan lagi menjalankan tugas jurnalistik yang benar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap produk jurnalistik harus memenuhi prinsip akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap media merupakan hal yang sangat penting dan tidak boleh dirusak oleh kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Sekali kepercayaan publik hilang, akan sulit untuk mengembalikannya. Karena itu, wartawan harus benar-benar menjaga integritas,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memahami dan menjalankan kode etik jurnalistik sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Dewan Pers sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, pimpinan media Budiman Sihombing yang juga menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kepercayaan publik.

“Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat. Integritas dan etika adalah fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan,” ujarnya.

Kegiatan silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan insan pers dalam menghadirkan informasi yang sehat, kredibel, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Di tengah tantangan era digital dan maraknya hoaks, pesan yang disampaikan menjadi pengingat tegas bagi seluruh insan pers:wartawan adalah penjaga kebenaran, bukan alat kepentingan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *