Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di Kota Ambon, Maluku, memicu kepanikan warga. Sejak Senin (30/3) siang, hampir seluruh SPBU dipadati antrean panjang kendaraan, baik roda dua, roda empat, hingga angkutan umum.
KomenNews.id // Ambon – Sejumlah SPBU seperti SPBU Belakang kota, SPBU Kebun Cengkih, dan SPBU Soabali menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga mencapai satu kilometer. Kondisi ini turut menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan utama kota.
Warga rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM. Banyak di antaranya memilih bertahan di satu SPBU karena stok di lokasi lain telah habis lebih dulu.
Kahar, seorang pengemudi angkutan kota, mengaku sudah mengantre sejak pagi. Ia bahkan belum memastikan apakah masih kebagian BBM.
“Antri dari jam delapan pagi, sudah tiga jam lebih. Tidak tahu nanti dapat atau tidak, karena banyak SPBU sudah kosong,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Milan, pengemudi lainnya, yang telah mengantre hingga empat jam. Ia terpaksa mencari SPBU yang masih memiliki stok setelah beberapa lokasi kehabisan BBM sejak sehari sebelumnya.
“Dari jam delapan, sudah empat jam antre. SPBU lain kosong semua. Mau isi tiga ratus ribu, tapi sudah langka dari kemarin,” katanya.
Kelangkaan Pertalite ini disebut sudah mulai dirasakan warga sejak Minggu malam. Sejumlah SPBU bahkan dilaporkan tutup lebih awal akibat kehabisan pasokan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab menipisnya stok BBM di Ambon. Warga berharap distribusi segera kembali normal, mengingat kondisi ini mulai mengganggu aktivitas dan mobilitas sehari-hari.
Jika tidak segera diatasi, kelangkaan BBM dikhawatirkan akan berdampak lebih luas terhadap perekonomian dan layanan transportasi di Kota Ambon.














