Sebuah momen sarat makna yang terekam di sela-sela acara pertanian nasional di Gorontalo baru-baru ini menjadi sinyal kuat arah pembangunan Maluku ke depan. Di tengah agenda yang padat, Presiden Prabowo Subianto memberikan sapaan hangat sekaligus menepuk bahu Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Gestur akrab tersebut dinilai bukan sekadar tegur sapa biasa, melainkan sebuah pesan tanggung jawab besar dan kepercayaan penuh dari kepala negara agar target-target pembangunan di bumi raja-raja segera dituntaskan.
KomenNews.id // Gorontalo – Kepercayaan besar dari Presiden Prabowo itu langsung dijawab dengan pembuktian di lapangan. Sejak tongkat kepemimpinan Maluku diamanahkan kepada Hendrik Lewerissa, deretan Program Strategis Nasional (PSN) yang bertahun-tahun mandek kini menunjukkan progres realisasi yang konkret, cepat, dan sesuai target demi kesejahteraan masyarakat.
Sinergi yang solid antara pusat dan daerah ini sukses memotong sumbatan birokrasi, membuat proyek raksasa seperti Maluku Integrated Port (MIP), LNG Blok Masela, Bendungan Wayapo, Ambon Waterfront City, hingga pengawalan RUU Daerah Kepulauan, kini bergerak maju dengan deviasi progres yang positif.
Angin Segar dari Masela dan Lumbung Ikan Nasional
Menindaklanjuti pesan tanggung jawab dari Presiden Prabowo di Gorontalo, Gubernur Hendrik Lewerissa langsung melakukan akselerasi taktis. Hasilnya, proyek mega-eksplorasi LNG Blok Masela kini melesat masuk dalam tahapan pembebasan lahan darat dan finalisasi AMDAL yang lebih inklusif. Sementara itu, pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) sebagai tulang punggung Lumbung Ikan Nasional (LIN) juga mulai memasuki fase konstruksi fisik dermaga utama.
Namun, di balik angka-angka progres tersebut, denyut harapan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput.
Oman (42), seorang nelayan tradisional di pesisir Maluku, mengaku kini berani bermimpi lebih besar melihat keseriusan pemerintah saat ini.
“Dulu kami cuma dengar cerita soal pelabuhan besar itu di TV. Tapi sejak Pak Hendrik memimpin dan didukung penuh Presiden Prabowo, kami lihat pematangan lahan sudah jalan. Kami yakin anak-anak kami nanti tidak perlu merantau lagi untuk cari kerja,” ujar Oman saat ditemui di pesisir pantai Ambon, Rabu (24/6/2026).
Air untuk Sawah Buru dan Wajah Baru Kota Ambon
Di Kabupaten Buru, sektor ketahanan pangan yang menjadi atensi utama Presiden Prabowo dan Gubernur Hendrik menunjukkan hasil nyata lewat akselerasi Bendungan Wayapo. Proyek yang diproyeksikan mampu mengairi ribuan hektare sawah ini progresnya telah melewati angka 85% dan bersiap untuk pengisian air awal (impounding).
Dampak humanisnya langsung dirasakan oleh para petani. Suhardi (51), salah satu petani di dataran Buru. Dirinya menyebutkan bahwa kepatuhan pemerintah daerah mengejar target pusat adalah penyelamat hidup mereka.
“Tahun-tahun lalu kami selalu cemas kalau musim kemarau tiba. Dengan percepatan sekarang, kami merasa pemerintah akhirnya benar-benar hadir mendengarkan keringat kami,” tuturnya.
Sementara di pusat kota, proyek Ambon Waterfront City mengubah kawasan kumuh pesisir menjadi ruang publik modern yang rapi. Proyek ini nantinya tidak hanya mempercantik estetika kota pariwisata, tetapi juga menghidupkan kembali puluhan UMKM lokal yang kini difasilitasi tempat berdagang yang layak dan bersih.
Mengawal Regulasi Berkeadilan bagi Daerah Kepulauan
Tanggung jawab besar yang dititipkan Presiden Prabowo juga diterjemahkan Hendrik Lewerissa ke ranah regulasi. Kedekatan strategis ini dimanfaatkan optimal untuk terus mengawal RUU Daerah Kepulauan di tingkat pusat agar segera disahkan. Undang-undang ini sangat krusial bagi Maluku agar formula dana transfer daerah dihitung berdasarkan luas lautan, bukan lagi sekadar luas daratan.
Pengamat kebijakan publik lokal menilai, kehangatan hubungan antara Prabowo dan Hendrik Lewerissa di Gorontalo mencerminkan chemistry kerja yang nyata. Sapaan hangat presiden adalah bentuk legitimasi bahwa Maluku kini punya jalur koordinasi yang kuat ke pusat, menjadi kunci utama mengapa proyek-proyek raksasa yang sempat jalan di tempat kini bisa bergerak dinamis demi kemakmuran masyarakat Maluku.



















