KomenNews.id // Solok, Sumatera Barat –Agenda kedua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKP pada hari ini digelar di Kantor Camat Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Rabu (25/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam membahas rencana strategis pengembangan sektor pertanian pasca bencana di wilayah Nagari Paninggahan.

Rapat dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, didampingi anggota DPRD Kabupaten Solok Drs. Nazar Bakri. Kehadiran rombongan disambut oleh Camat Junjung Sirih Neni Amelia, bersama jajaran, termasuk Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Edy Warmi.
Dari unsur pemerintahan nagari, hadir Sekretaris Nagari Paninggahan Jufrizal, Ketua BPN Datuk Nan Rancak, serta Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Datuk Majo Nan Putih. Turut hadir pula perwakilan DPP PKP, yakni Wakil Ketua dan Sekretaris Jenderal DPP PKP David L. Nine beserta jajaran, serta perwakilan DPC, Ketua Pemuda Paga Nagari, para kepala jorong, ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan panitia Pulang Basamo.
Dalam rapat tersebut, dibahas rencana perjalanan tapak tilas ke kawasan hutan (rimbo ulu) sebagai lokasi potensial pembukaan dan pengembangan lahan pertanian baru. Kawasan yang dimaksud meliputi Kandang Batu, Batu Agung, hingga Rimbo Ulu Paninggahan.
Program DPP PKP ini bertujuan untuk merevitalisasi lahan pertanian di kawasan hutan Rimbo Ulu Paninggahan sebagai alternatif solusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pasca bencana yang berdampak pada sektor pertanian di wilayah tersebut.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Solok H. Candra, menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Solok terhadap program tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian sejalan dengan program prioritas nasional dalam ketahanan pangan.
“Pemerintah Kabupaten Solok sangat mendukung dan mensupport program DPP PKP ini. Kita tahu bahwa program Presiden Prabowo menitikberatkan pada ketahanan pangan. Sumatera Barat merupakan salah satu lumbung pangan, dan Kabupaten Solok termasuk daerah dengan kontribusi besar. Berdasarkan data tahun 2024, sekitar 80 persen produksi beras kita mensuplai daerah lain, sementara 20 persen untuk kebutuhan daerah sendiri,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Nagari Paninggahan sebelumnya dikenal sebagai wilayah dengan lahan pertanian yang luas sebelum terdampak bencana. Oleh karena itu, pengembangan lahan baru di Rimbo Ulu dinilai sebagai langkah strategis untuk mengembalikan produktivitas sektor pertanian.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa kawasan Rimbo Ulu Paninggahan memiliki nilai historis, di mana lahan perkebunan kopi di wilayah tersebut telah ada sejak masa kolonial Belanda sekitar tahun 1816. Namun, saat ini kondisi lahan tersebut membutuhkan revitalisasi agar kembali produktif.
Usai rapat, Wakil Bupati bersama jajaran DPP dan DPC PKP, kesra junjung sirih edy warmi,perangkat nagari, kepala jorong, ketua KAN, ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta panitia Pulang Basamo langsung meninjau lokasi ke kawasan Rimbo Ulu Paninggahan. Rombongan menelusuri jalur hutan hingga mencapai Masjid Aro yang berada di dalam kawasan tersebut.
Peninjauan ini menjadi langkah awal dalam merealisasikan rencana pembukaan dan pengembangan lahan pertanian baru yang diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi masyarakat Nagari Paninggahan ke depan. (Jasman)














