Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026). Perhelatan akbar 3 tahunan yang dihadiri oleh sekitar 50 ribu peserta dari 38 provinsi ini mengusung tema strategis: “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan Nasional”.

KomenNews.id //Gorontalo – Di antara deretan kepala daerah yang hadir, keberadaan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menarik perhatian publik. Kehadirannya di Gorontalo ditegaskan bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan bentuk manifestasi komitmen konkret Pemerintah Provinsi Maluku dalam menyelaraskan cetak biru pertanian dan kelautan daerah dengan visi swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat.
Dalam pidato pembukaannya, Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tertinggi atas dedikasi para petani dan nelayan yang dinilainya sebagai pilar utama kedaulatan bangsa. Presiden menegaskan bahwa modernisasi sektor pangan melalui adopsi teknologi mutakhir mutlak dilakukan agar Indonesia mampu mandiri di tengah ketidakpastian global.
“Saya mantan prajurit Indonesia. Sejak lahirnya tentara kita, kekuatan kita selalu didukung dan dibantu oleh petani dan nelayan. Sektor ini adalah garda terdepan pertahanan kedaulatan negara yang sesungguhnya. Oleh karena itu, transformasi teknologi modern ke tangan petani dan nelayan harus kita percepat bersama pemerintah daerah,” tegas Presiden Prabowo di hadapan puluhan ribu peserta.
Senada dengan arahan Presiden, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyatakan bahwa keikutsertaan kontingen Maluku dalam PENAS XVII ini membawa misi strategis bawaan daerah. Maluku, yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan, menaruh perhatian besar pada dua subsektor sekaligus: penguatan sektor perikanan tangkap dan akselerasi cetak sawah baru untuk pertanian darat serta menggenjot konsumsi pangan lokal dan peningkatan produksinya lewat program-program hilirisasi ubi kayu,kelapa dan sagu serta lainnya dengan berkolaborasi bersama kementerian terkait.
Selain itu, Program Strategis Nasional (PSN) Maluku Integrated Port pun didalamnya berkaitan erat dengan PENAS hari ini.
“Kehadiran kami di Gorontalo adalah penegasan komitmen. Tema transformasi teknologi yang diangkat dalam PENAS XVII ini sangat relevan dengan kebutuhan Maluku saat ini. Kami sedang mendorong digitalisasi sektor kelautan untuk nelayan kita dan mekanisasi modern untuk kluster pertanian di Maluku,” ujar Hendrik Lewerissa di sela-sela kegiatan.
Gubernur menambahkan, Pemprov Maluku telah mengantongi sejumlah rencana aksi dari hasil keikutsertaan di PENAS kali ini, termasuk dalam penjajakan transfer teknologi budidaya padi modern model Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang sempat ditinjau langsung oleh Presiden Prabowo. Teknologi ini dinilai potensial untuk diterapkan pada lahan-lahan pertanian di Maluku guna menggenjot produktivitas padi lokal.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang mendampingi Presiden dalam acara tersebut, turut menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan para gubernur, seperti yang ditunjukkan oleh Maluku, merupakan kunci utama keberhasilan eksekusi anggaran ketahanan pangan nasional tahun 2026 yang nilainya sangat signifikan.
PENAS XVII Gorontalo dijadwalkan berlangsung hingga 25 Juni 2026. Melalui momentum ini, Pemprov Maluku optimistis dapat membawa pulang formula teknologi tepat guna, penguatan jejaring kemitraan usaha (networking), serta komitmen kebijakan yang mampu mendorong kesejahteraan petani dan nelayan lokal di Maluku secara berkelanjutan.















