Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Padamukti, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, kembali membuktikan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berkualitas. Pada Tahun Ajaran 2025/2026, PKBM Padamukti berhasil meluluskan 94 peserta didik dari Program Pendidikan Kesetaraan, terdiri atas 5 lulusan Paket A, 17 lulusan Paket B, dan 72 lulusan Paket C.
KomenNews.Id||Garut -Prosesi kelulusan berlangsung sederhana namun penuh makna di lingkungan PKBM Padamukti, Minggu (28/6/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus yayasan, para tutor, tokoh masyarakat, orang tua, serta seluruh peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikannya.
Momentum kelulusan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kesetaraan bukan lagi dipandang sebagai pilihan kedua, melainkan solusi pendidikan yang mampu membuka masa depan lebih baik bagi masyarakat yang pernah mengalami putus sekolah maupun memiliki keterbatasan mengikuti pendidikan formal.
Ketua Yayasan Anwarul Manan, Dede Rusmana, mengatakan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi.
Menurutnya, tantangan dunia kerja dan perkembangan zaman saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, keterampilan, serta kemauan untuk terus belajar.
“Kami berharap seluruh lulusan PKBM Padamukti tidak berhenti sampai di sini. Teruslah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi agar memiliki daya saing dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PKBM Padamukti, Siti Robiah, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan kesetaraan.
Ia mengajak para alumni agar bangga terhadap pencapaian yang telah diraih serta tetap percaya diri dalam melanjutkan kehidupan di tengah masyarakat.
“Jangan pernah merasa rendah diri hanya karena menempuh pendidikan kesetaraan. Ijazah Paket A, Paket B, maupun Paket C memiliki legalitas yang sama dan diakui negara, sehingga memiliki kedudukan setara dengan pendidikan formal,” tegasnya.
Siti menjelaskan bahwa sistem pembelajaran yang fleksibel menjadi salah satu keunggulan PKBM dalam memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat yang sebelumnya terkendala ekonomi, pekerjaan, maupun faktor lainnya sehingga tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal.
Dengan pengakuan resmi dari pemerintah, lulusan pendidikan kesetaraan memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mengikuti seleksi pekerjaan, maupun mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.
Lebih membanggakan lagi, sejumlah alumni PKBM Padamukti telah berhasil membuktikan kualitas pendidikan kesetaraan. Beberapa di antaranya kini telah berprofesi sebagai tenaga pendidik (guru), bekerja di berbagai sektor, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya bahwa pendidikan kesetaraan mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, mandiri, dan berdaya saing.
Melalui komitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, PKBM Padamukti terus berupaya menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan angka partisipasi pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di Kabupaten Garut.
Kelulusan 94 peserta didik tahun ini menjadi bukti bahwa pendidikan kesetaraan mampu menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah, sekaligus menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu tanpa memandang latar belakang maupun usia.(Rus)
