Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI-Perjuangan Provinsi Maluku mulai tancap gas melakukan penguatan struktur partai. Sebanyak 120 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di seluruh Bumi Raja-Raja ditargetkan rampung terbentuk paling lambat pada Juni 2026 mendatang.
KomenNews.id // Ambon – Langkah besar ini diawali dengan gelaran Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang resmi dibuka di Hotel Pasific, Kota Ambon, Sabtu (9/5/2026). Selain Kota Ambon, konsolidasi gelombang pertama ini juga menyasar 3 kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah yang secara geografis berada di Pulau Ambon, yakni Leihitu, Leihitu Barat, dan Salahutu.
Panaskan Mesin Partai Pasca-Kongres
Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Maluku, Nancy Purmiasa, menegaskan bahwa Musancab ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk memanaskan mesin partai pasca-Kongres ke-6.
“Ini adalah momentum untuk merangkul seluruh pengurus dan memperkuat struktur dalam satu konsolidasi organisasi yang solid,” ujar Nancy.
Ia menjelaskan bahwa proses pencarian figur pemimpin di tingkat kecamatan tidak dilakukan sembarangan. PDI-P telah menyelesaikan rangkaian seleksi ketat terhadap calon Ketua PAC di 120 kecamatan, mulai dari:
1. Penjaringan dan penyaringan administrasi.
2. Fit and Proper Test (Uji Kelayakan dan Kepatutan).
3. Ujian tertulis hingga tahapan wawancara mendalam.
“Melalui rapat pleno DPD, kami akan menetapkan satu ketua dan dua wakil ketua untuk setiap PAC,” tambahnya.
Menyasar Ribuan Desa di Seluruh Maluku
Ambisi PDI-P Maluku tidak berhenti di tingkat kecamatan. Setelah 120 PAC terbentuk, partai berlambang banteng moncong putih ini langsung “tancap gas” untuk menuntaskan musyawarah ranting.
Targetnya sangat masif, yakni menjangkau 1.177 hingga 1.800 desa yang tersebar di seluruh wilayah Maluku. Nancy menekankan bahwa kekuatan partai yang sesungguhnya terletak pada struktur yang mengakar kuat, bukan hanya pada ketokohan figur tertentu.
Kreativitas di Tengah Efisiensi
Menariknya, Nancy menegaskan bahwa tantangan anggaran tidak akan menjadi penghalang bagi pergerakan partai. PDI-P Maluku justru tertantang untuk melakukan berbagai terobosan agar aktivitas organisasi tetap berjalan prima.
“Bagi kami, efisiensi tidak akan dijadikan alasan untuk membuat gerak PDI-Perjuangan kendor. Kita punya sejumlah kreativitas dan terobosan sehingga roda organisasi tetap berjalan lancar hingga ke akar rumput,” tegasnya menutup pembicaraan.
