Panelis Diskusi KKDN Seskoal, Gubernur HL Paparkan Strategi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Berbasis Ekonomi Biru

” Strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi biru, strategi kami mencakup 7 strategi yakni, pertama, Lumbung Ikan Nasional dengan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat Maluku dari level tersier hingga primer. Kedua, pengembangan pelabuhan Maluku terpadu melalui Maluku Integrated Port. Ketiga, pengembangan lapangan abadi wilayah kerja Blok Masela dengan mengoptimalkan peran Maluku didalamnya. Keempat, Maluku sebagai pusat riset kemaritiman dengan kolaborasi pemerintah,perguruan tinggi dan industri. Kelima, pariwisata bahari berkelanjutan dengan spesifiknya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi inklusif,Banda sebagai lokomotif,” papar Gubernur.

 

KomenNews.id // Jakarta – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa diundang secara resmi sebagai salah 1 Panelis Diskusi Panel Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pendidikan Regular Seskoal Angkatan ke-65 Tahun Ajaran 2026, Rabu (01/04/2026), di Markas Seskoal, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Di kesempatan tersebut, melalui topik “Sinkronisasi Arah Kebijakan Pembangunan Daerah Dengan Upaya Pengelolaan Sumdanas Untuk Kepentingan Pertahanan Maritim di Kawasan Perbatasan Strategis dan Daerah-Daerah 3T (Tertinggal,Terdepan dan Terluar), Gubernur memaparkan tentang Strategi Pengembangan Wilayah Perbatasan dan Daerah 3T serta Strategi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Berbasis Ekonomi Biru.

” Strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi biru, strategi kami mencakup 7 strategi yakni, pertama, Lumbung Ikan Nasional dengan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat Maluku dari level tersier hingga primer. Kedua, pengembangan pelabuhan Maluku terpadu melalui Maluku Integrated Port. Ketiga, pengembangan lapangan abadi wilayah kerja Blok Masela dengan mengoptimalkan peran Maluku didalamnya. Keempat, Maluku sebagai pusat riset kemaritiman dengan kolaborasi pemerintah,perguruan tinggi dan industri. Kelima, pariwisata bahari berkelanjutan dengan spesifiknya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi inklusif,Banda sebagai lokomotif,” papar Gubernur.

Keenam, lanjut Gubernur, kebijakan asimetris provinsi berciri kepulauan. Ketujuh, peningkatan konektivitas melalui transportasi, telekomunikasi dan digital, energi dan utilitas serta logistik dan distribusi.

Selain itu,Gubernur juga menerangkan tentang peran strategis pemerintah daerah Maluku, bersama TNI Angkatan Laut. Dijelaskan, dalam mendukung pembangunan dan pertahanan di Maluku, mencakup ;

1. Kolaborasi tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga mencakup pembangunan wilayah secara menyeluruh.

2. Dukungan bersama dalam penguatan konektivitas maritim,khususnya di wilayah kepulauan dan perbatasan.

3. Pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil sebagai bagian dari strategi pertahanan non militer.

4. Integrasi antara perencanaan pembanguan daerah dengan strategi pertahanan nasional.

5. Pemanfaatan infrastruktur strategis secara bersama untuk kepentingan ekonomi dan pertahanan.

6. Peningkatan koordinasi dalam pengelolaan wilayah perbatasan dan wilayah terluar.

7. Perwujudan kolaborasi solid yang menjadikan Maluku dapat berkembang sebagai wilayah yang tidak hanya maju secara ekonomi tetapi juga tangguh dalam menjaga kedaulatan negara.

 

Pada diskusi panel KKDN kali ini, selain Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa sebagai Panelis, juga Sherly Tjoanda Gubernur Maluku Utara dan Bertius Kepala Bappeda pemerintah provinsi Kalimantan Utara.

Hadir pejabat dari lingkup Angkatan Laut diantaranya ;

1. Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Ariyantyo Condrowibowo

2. ⁠Komandan Kodaeral IX Amon Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas

3. ⁠Wakil Komandan Seskoal Laksamana Pertama TNI Ferry Supriyadi

4. ⁠Kakordos Seskoal Laksamana Pertama TNI Goki Sihombing

5. ⁠Komandan Lanal Ternate Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto

Sementara itu, Gubernur Maluku didampingi Irma Betaubun salah 1 Tim Ahli Gubernur dan Saipul Patta Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta berserta staf.

Diskusi Panel KKDN Pasis Dikreg Seskoal Angkatan ke-65 Tahun Ajaran 2026 ini mengangkat tema ” Kebijakan dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara di Laut: Tinjauan Kritis Pada Kawasan Perbatasan Strategis”, dengan total 129 Pasis sebagai peserta Diskusi Panel.