Nicholas Kilikily Minta Presiden Prabowo Bangkitkan Tinju Nasional dari Mati Suri

Dunia tinju profesional Indonesia yang sempat dinilai “mati suri” selama satu dekade terakhir, siap dibangunkan kembali lewat ajang internasional bertajuk *Pattimura International Big Fight 2026*. Gelaran akbar yang sekaligus memperingati HUT Hari Pattimura ke-209 ini menjadi momentum krusial bagi kebangkitan para atlet adu jotos tanah air.

 

KomenNews.id // Jakarta – Promotor acara, Nicholas Kilikily, menegaskan bahwa pemilihan tema Pattimura bukan tanpa alasan. Menurutnya, sosok pahlawan nasional tersebut merupakan representasi nyata dari keberanian dan perjuangan melawan ketidakadilan.

“Pattimura bukan hanya pahlawan nasional, tetapi juga simbol keberanian, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan pemersatu bangsa. Melalui semangat inilah kami mengadakan *event* tinju internasional ini,” ujar Nicholas dalam sambutannya.

Langkah Nicholas menggelar ajang ini juga didorong oleh kerinduan mendalam akan masa kejayaan tinju Indonesia. Ia mengingatkan bahwa bumi Maluku pernah melahirkan legenda besar Elias Pical, petinju pertama Indonesia yang berhasil merengkuh gelar juara dunia.

Namun, ia menyayangkan pasang surut industri tinju nasional belakangan ini yang kehilangan denyut nadinya akibat minimnya kompetisi dan penurunan jumlah sasana di berbagai daerah.

Di sela-sela acara, Nicholas juga melayangkan kritik konstruktif kepada pemerintah pusat agar memberikan perhatian yang merata pada sektor olahraga. Ia berharap fokus pembinaan tidak hanya tertuju pada cabang sepak bola, melainkan juga pada olahraga tinju yang secara historis terbukti kerap mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

Secara khusus, Nicholas menaruh harapan besar pada kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia meyakini, di bawah nakhoda baru, pemerintah dapat lebih peka terhadap pemenuhan fasilitas para atlet di daerah.

“Kita punya bibit-bibit, kita punya atlet-atlet tinju yang berprestasi, tetapi mereka kurang adanya fasilitas sehingga sulit bersaing di ajang nasional maupun internasional. Saya berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, biarlah di masa kepemimpinan beliau saat ini, tinju Indonesia bisa bangkit kembali,” tuturnya.

Keberhasilan pembukaan *event* ini tidak lepas dari sinergi kuat lintas sektor. Nicholas menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Maluku, Ketua DPRD Maluku, serta Ketua Front Pemuda Timur Indonesia (FPTI), Ibu Neneng, yang bertindak sebagai penyelenggara.

Dukungan mengejutkan juga datang dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang diketahui memiliki ikatan emosional kuat dengan Maluku karena sang ibu berasal dari Saparua.

Menutup keterangannya, Nicholas mengajak para promotor tinju lainnya untuk tidak ragu mengambil bagian dalam menggelar promosi pertandingan serupa di masa mendatang. Sinergi antara promotor, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dinilai menjadi kunci utama untuk melahirkan kembali petinju-petinju berkualitas dunia dari pelosok negeri.

Hadir sebagai tamu kehormatan, perwakilan dari Kementerian Olahraga, perwakilan Kapolri, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Benhur Watubun Ketua DPRD, juga para Wakil Ketua DPRD Fauzan Rahawarin, Johan Lewerissa dan Asis Sangkala.

Dari Maluku Utara perwakilan Gubernur pun hadir. Juga, Wali Kota Jakarta Timur, Kepala Dinas Olahraga DKI Jakarta. Selain itu, Hercules Ketua Umum GRIP.

Sementara itu, G.Borlak standby di belakang layar saat live TVRI berlangsung. G.Borlak sebagai pembina event internasional tersebut yang juga perwakilan FTPI.

Usai sambutan pembuka oleh Nicholas Kilikily selaku promotor, dimulai partai pembuka oleh 2 petinju amatir asal Ambon vs Banten.