Muhammad Husein Fadlulloh Anggota DPR-RI Komisi VI Tinjau Gudang Bulog Garut, Pastikan Pasokan Beras dan Minyak Goreng Aman 

Berita, Daerah159 Dilihat

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Husein Fadlulloh, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Kabupaten Garut untuk memastikan ketersediaan stok pangan, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026 Selasa ( 12/05/2026)

KomenNews.Id||Garut – Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi VI DPR RI terhadap sektor perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk memastikan stabilitas pasokan serta distribusi pangan di daerah berjalan optimal di tengah dinamika ekonomi nasional.

Dalam agenda peninjauan itu, Husein didampingi jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut, di antaranya Sekretaris DPC Gerindra Aderizal serta Bendahara DPC Gerindra Dila Nurul Fadilah, S.E. Turut hadir pula sejumlah anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi Gerindra, yakni H. Agus Muhammad Sutarman, S.E. selaku Ketua Fraksi, Tatang Sumirat, S.IP., Asep Rahmat, S.Pd., Enan, S.M., Lulu Ghandi Nan Rajati, S.E., M.Si., Asep Mulyana, dan Dila Nurul Fadilah, S.E.

Kegiatan tersebut juga didampingi pimpinan Bulog Cabang Ciamis, Johan, bersama jajaran pengelola Gudang Bulog wilayah Garut. Rombongan meninjau langsung kondisi gudang penyimpanan beras, kualitas stok cadangan pangan pemerintah, hingga sistem distribusi bahan pokok kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, Husein menegaskan bahwa keberadaan Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan langsung di lapangan, stok beras di Gudang Bulog Garut masih dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan serta memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan beras,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari instruksi Fraksi Gerindra kepada seluruh anggota DPR RI agar turun langsung memantau kondisi stok pangan di daerah masing-masing.

“Kami mengunjungi gudang Bulog yang ada di Garut bersama pimpinan Bulog Cabang Ciamis untuk memastikan ketersediaan stok beras. Dari hasil peninjauan, stok beras yang tersedia saat ini dalam kondisi aman dan sesuai kapasitas,” katanya.

Ia mengungkapkan, pemerintah pusat sebelumnya telah menyampaikan bahwa stok cadangan beras nasional mencapai jutaan ton. Kondisi tersebut, lanjut Husein, terlihat nyata di Gudang Bulog Garut yang saat ini kapasitas penyimpanannya hampir terisi penuh.

“Di dalam gudang tadi memang ketersediaan stok beras sudah sesuai kapasitas, bahkan ke depan stok ini masih akan terus bertambah sampai ada kebutuhan penambahan gudang,” tambahnya.

Selain memastikan stok beras, Husein juga mengecek persediaan minyak goreng yang tersedia di gudang Bulog. Hasilnya, stok minyak goreng dinilai masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Garut dalam beberapa bulan ke depan.

“Kita juga melihat stok minyak goreng cukup memadai. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Husein turut menyoroti persoalan alih fungsi lahan pertanian yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Garut. Ia menilai, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah harus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kita akan terus berkomunikasi antara pemerintah pusat dan daerah agar tidak terjadi lagi alih fungsi lahan. Ketahanan pangan menjadi fokus utama pemerintah,” tegasnya.

Terkait persoalan pupuk subsidi, Husein mengakui distribusinya masih menghadapi sejumlah tantangan akibat kondisi global yang mempengaruhi suplai bahan baku pupuk. Meski demikian, pemerintah disebut terus berupaya memastikan pupuk subsidi diterima petani yang berhak dengan harga sesuai ketentuan.

“Pemerintah terus menekankan distribusi pupuk tepat sasaran. Situasi global memang mempengaruhi suplai bahan baku pupuk, namun yang paling penting pupuk subsidi tetap diterima petani dengan harga sesuai aturan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyerapan gabah petani secara maksimal, khususnya saat musim panen raya, agar harga gabah tetap stabil dan petani tidak mengalami kerugian akibat anjloknya harga jual.

“Kami terus mendorong agar pemerintah membeli gabah petani dan tidak melakukan impor saat petani sedang panen raya. Itu menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Bulog menyampaikan bahwa stok beras di wilayah Garut saat ini mencapai sekitar 14 ribu ton, termasuk stok yang tersimpan di gudang sewa. Jumlah tersebut dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

“Untuk Garut stok aman sampai akhir tahun. Pengadaan juga masih terus berjalan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk menghadapi musim kemarau,” ujar pihak Bulog saat mendampingi kunjungan.

Bulog juga memastikan penyerapan hasil pertanian lokal terus dilakukan, baik untuk komoditas beras maupun jagung, dengan harga mengikuti ketentuan pemerintah guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pewarta : Rusmana