Menjelang usia emas ke-499 tahun, wajah Jakarta dipastikan bakal berubah total. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mencanangkan HUT ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival, Kuningan, Minggu (10/5) pagi. Lokasi ini dipilih bukan sekadar tempat seremoni, melainkan simbol “kemenangan” Jakarta atas masa lalu yang terbengkalai.
Rasuna Said: Dari Saksi Bisu Monorel Jadi Ikon Global
Gubernur Pramono menegaskan bahwa kawasan Jalan H.R. Rasuna Said kini menjadi pusat transformasi. Sebanyak 109 tiang monorel yang sempat mangkrak selama dua dekade akhirnya berhasil dibongkar setelah melalui proses hukum yang panjang.
“Monorel itu mengganggu dan hampir 20 tahun tidak tersentuh. Kini, kawasan ini kita bangun menjadi ikon baru dengan konsep complete street,” ujar Pramono.
Penataan ini mencakup:
* Pelebaran trotoar ramah disabilitas.
* Penyediaan jalur sepeda yang aman.
* Pembaruan drainase dan penerangan jalan umum (PJU).
Target Rampung: Bulan depan (Juni 2026), wajah Rasuna Said diprediksi akan berubah drastis.
Revolusi Sampah: “Jangan Cuma Jadi Musuh, Harus Jadi Nilai!”
Tak hanya soal fisik, HUT kali ini dibarengi dengan Deklarasi Gerakan Pilah Sampah bertema “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”. Lewat instruksi gubernur yang baru, warga Jakarta kini ditantang untuk memilah sampah langsung dari rumah.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengapresiasi Jakarta yang sudah “curi start” dalam menjalankan roadmap penanganan sampah nasional.
“Jakarta mendahului langkah kita. Gagasan dari sini akan kita adopsi untuk nasional agar masalah sampah selesai dalam dua tahun,” ungkap Jumhur.
Target 2028: Bantar Gebang ‘Bernapas Lega’
Dukungan senada datang dari Menko Pangan, Zulkifli Hasan. Ia menegaskan bahwa sampah rumah tangga dan pasar tidak boleh lagi menghambat swasembada pangan dan energi.
Pemerintah kini menerapkan tarif tunggal untuk proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) demi memangkas birokrasi bagi pengembang. Targetnya ambisius:
1. Tahun 2027: Penanganan sampah di 71 kota mencapai 50%.
2. Mei 2028: Masalah sampah di TPA Bantar Gebang ditargetkan tuntas melalui teknologi insinerator dan waste to energy.
“Kuncinya satu: masyarakat memilah sampah. Di kantor selesai di kantor, di mal selesai di mal,” tegas Zulkifli.
