Otoritas Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia secara resmi menggulirkan program fasilitasi ujian keahlian tanpa dipungut biaya bagi para lulusan program pemagangan nasional.
KomenNews.Id||Jakarra – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa kepemilikan sertifikasi kompetensi bertindak sebagai komponen yang sangat krusial bagi para alumni Program Magang Nasional atau MagangHub.
Dokumen pengakuan tersebut dinilai tidak kalah penting jika disandingkan dengan lembar sertifikat kelulusan program pemagangan yang selama ini diterima peserta.
Keberadaan sertifikasi tersebut dipandang menjadi bukti pengakuan formal yang sah atas kapasitas keterampilan yang dikuasai peserta sehingga mampu mendongkrak daya saing di pasar kerja.
Dokumen bukti keahlian yang diterbitkan secara resmi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi tersebut difasilitasi secara gratis lewat jaringan balai pelatihan vokasi di berbagai daerah.
Langkah penyediaan fasilitas bebas biaya ini sengaja ditempuh pemerintah guna mempercepat sirkulasi penyerapan tenaga kerja lokal ke dalam sektor industri.
Pernyataan penting mengenai jaminan mutu lulusan tersebut disampaikan oleh Menaker Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker pada hari Minggu ini.
Yassierli menjabarkan bagi para alumni MagangHub yang berniat mengantongi sertifikasi BNSP diwajibkan untuk melakoni proses pendaftaran awal secara daring.
Melalui portal digital tersebut, para pendaftar diberikan keleluasaan untuk memilih salah satu dari lima belas skema sertifikasi yang disesuaikan dengan pengalaman magang.
Mekanisme Uji Kompetensi Tatap Muka Hingga Target Perluasan Kuota Kepesertaan Nasional
Pasca-menyelesaikan silsilah proses administrasi daring, para peserta dijadwalkan bakal mengikuti tahapan uji kompetensi secara tatap muka atau luring.
Agenda evaluasi fisik tersebut akan diselenggarakan secara langsung pada dua puluh satu Lembaga Sertifikasi Profesi yang berada dalam naungan Unit Pelaksana Teknis Pusat Kemnaker.
Secara lebih rinci, sebaran dua puluh satu UPTP tersebut mencakup keberadaan enam Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Productivity yang tersebar di wilayah strategis.
Adapun draf enam kota yang menjadi lokasi BBPVP tersebut meliputi wilayah Bandung, Bekasi, Makassar, Medan, Semarang, serta Kota Serang.
Sementara untuk lima belas titik sisanya dikelola oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas yang berada di Ambon, Banda Aceh, Bandung Barat, Bantaeng, dan Banyuwangi.
Fasilitas BPVP tersebut juga aktif beroperasi di Belitung, Kendari, Lombok Timur, Padang, Pangkep, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, hingga Kota Ternate.
Menaker Yassierli kembali melayangkan garansi bahwa seluruh sirkulasi tahapan pengujian bagi alumni MagangHub ini sama sekali tidak membebani biaya sepeser pun dari kantong peserta.
Langkah integrasi antara program magang dan sertifikasi profesi ini dinilai bakal menjadi magnet kuat yang memudahkan industri dalam menyaring kualifikasi pekerja baru.
Pada periode tahun dua ribu dua puluh enam ini, sirkulasi jangkauan program MagangHub dilaporkan terus dipacu pemprov dan pusat hingga membidik target seratus lima puluh ribu peserta.
Melalui lompatan kuota yang masif ini, Kemnaker berkomitmen untuk terus mengawal silsilah penguatan kualitas lulusan lewat kepemilikan lisensi resmi ketenagakerjaan.
