Pemerintah Kabupaten Solok terus menunjukkan komitmennya dalam memulihkan sektor pertanian pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kunjungan kerja monitoring optimalisasi lahan sawah di kawasan Tanjung, Jorong Gando, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Rabu (13/5/2026).
KomenNews.id // Solok, Sumbar – Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penyuluh Pertanian Kabupaten Solok, Musmulyadi, bersama Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian Kabupaten Solok guna meninjau kondisi lahan sawah yang sebelumnya terdampak banjir bandang.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan turut didampingi oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Yasir, jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Junjung Sirih yang dipimpin Wahyu beserta pengurus, Penjabat (Pj) Wali Nagari Paninggahan Jasman, S.Ag, serta Ketua Kelompok Tani Batu Taonggoak.
Dari hasil monitoring di lapangan, proses pemulihan lahan sawah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang menunjukkan progres yang sangat positif. Hingga saat ini, pemulihan lahan telah mencapai sekitar 95 persen, sehingga lahan pertanian dinyatakan siap untuk kembali ditanami padi pada musim tanam perdana pasca bencana.
Kabid Penyuluh Pertanian Kabupaten Solok menyampaikan bahwa optimalisasi lahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan produktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus menjaga ketahanan pangan di wilayah terdampak.
“Pemulihan lahan pertanian pasca banjir menjadi prioritas agar para petani dapat kembali beraktivitas dan produksi pangan masyarakat tetap terjaga,” ujar tim monitoring di sela kunjungan.
Pemerintah Kabupaten Solok berharap, dengan percepatan pemulihan lahan sawah ini, para petani di Nagari Paninggahan dapat segera kembali mengolah lahan dan meningkatkan hasil pertanian seperti sediakala.
Optimalisasi lahan pasca banjir bandang ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Kabupaten Solok dalam mendukung keberlangsungan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan.




















