Penulis : Yanto Rangkuti
Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Kabupaten Garut, Drs. Abdul Hapid MH, menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 harus menjadi momentum memperkuat integritas bangsa sekaligus meneguhkan komitmen antikorupsi.
KimenNews.Id||Garut -Dalam wawancara di Sekretariat GTI Garut, Kampung Pasir KawaKawao RT 003/001, Sukaresmi, Garut, Abdul Hapid menekankan bahwa visi GTI sebagai “terdepan dalam pencegahan tindak pidana korupsi” tidak bisa dilepaskan dari nilai‑nilai Pancasila.
“Setiap sila dalam Pancasila adalah fondasi moral yang menuntun kita. Ketuhanan menolak segala bentuk pengkhianatan, Kemanusiaan menolak penindasan, Persatuan menolak perpecahan, Kerakyatan menolak penyalahgunaan kekuasaan, dan Keadilan menolak ketidakjujuran. Visi GTI untuk menjadi garda terdepan dalam pencegahan korupsi adalah pengejawantahan nyata dari kelima sila itu,” tegasnya.
Ia menambahkan, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap Pancasila. “Dengan semangat 1 Juni, mari kita jadikan Pancasila sebagai kompas perjuangan melawan korupsi. GTI hadir untuk memastikan nilai‑nilai itu hidup dalam kebijakan, tindakan, dan budaya bangsa,” ujarnya.
Abdul Hapid juga mengajak masyarakat Garut untuk menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai refleksi bersama. “Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni, tetapi panggilan moral untuk membangun Indonesia yang bersih, berdaulat, dan berkeadilan,” katanya.
Pernyataan ini menegaskan peran GTI Garut sebagai garda terdepan dalam mengawal nilai‑nilai Pancasila, sekaligus memperkuat gerakan antikorupsi di daerah.

















