Kepala SMAN 1 Garut, Dra. Sri Mulyani, M.Pd, memberikan hak jawab resmi terkait pemberitaan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2025. Klarifikasi ini disampaikan di ruang kerjanya pada Kamis, 7 Mei 2026, kepada wartawan HiTV Jawa Barat Drs Abdul Hapid MH dan Hendra Yana Gunawan dari INews TV.
KomenNews.Id||Garut – Dalam keterangannya, Sri Mulyani menegaskan bahwa SMAN 1 Garut telah menjadi sample audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk tahun anggaran 2025. Hasil audit tersebut menunjukkan tidak ada temuan terkait dugaan kelebihan anggaran pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana.
“SMAN 1 Garut sudah diaudit BPK RI sebagai sample audit tahun 2025. Tidak ada temuan masalah, termasuk anggaran sarana yang disebut melebihi ketentuan. Semua penggunaan dana BOS sesuai pos dan juknis Permendikbud Nomor 8 Tahun 2025,” ujar Sri Mulyani.
Penjelasan Tambahan
– Audit BPK RI: Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap laporan keuangan sekolah tahun 2025.
– Alokasi Sesuai Juknis: Dana BOS digunakan sesuai ketentuan, meliputi sarana prasarana, multimedia pembelajaran, dan administrasi sekolah.
– Pelantikan dan Tugas: Dra. Sri Mulyani, M.Pd dilantik menjadi Kepala SMAN 1 Garut pada 29 Oktober 2025 dan mulai melaksanakan tugas resmi di sekolah pada 4 November 2025, setelah mutasi dari SMAN 4 Tasikmalaya.
Komitmen Transparansi dan Kolaborasi
Sri Mulyani menegaskan bahwa pihak sekolah selalu terbuka terhadap informasi, termasuk kepada para jurnalis. “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi demi kemajuan pendidikan di SMAN 1 Garut. Transparansi adalah prinsip utama kami,” katanya.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak sekolah berharap publik dapat memahami bahwa pengelolaan dana BOS di SMAN 1 Garut telah berjalan sesuai aturan dan diawasi secara ketat oleh lembaga resmi negara. Semangat keterbukaan dan kolaborasi diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membangun kepercayaan masyarakat serta menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi mendatang. (Kang Aden)



















