Semangat kebangkitan tinju profesional Indonesia kembali bergelora. Mengambil momentum bersejarah peringatan Hari Ulang Tahun Pattimura yang ke-209, ajang tinju bergengsi *Pattimura International Big Fight 2026*(Maluku Big Fight 2026) sukses dihelat di Studio TVRI.
KomenNews.id // Jakarta – Ajang yang diprakarsai oleh putra-putri terbaik Maluku di bawah promotor Nikolas dari MBD Promotion ini, sukses menyuguhkan pertandingan sengit dengan standar dunia.
Selaku Pembina Promotor, G. Borlak mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas kelancaran acara tersebut. Meski dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat, ketulusan niat untuk mengharumkan nama bangsa menjadi bahan bakar utama kesuksesan event ini.
“Kami merasa sangat bangga sebagai insan Pattimura-Pattimura muda. Kehadiran tinju malam hari ini adalah untuk menggerakkan kembali sumber daya manusia serta potensi daerah—bukan hanya di Maluku, tetapi secara keseluruhan di Indonesia,” ujar G. Borlak dengan penuh semangat saat ditemui di Studio TVRI.
Standar Dunia dan Misi Sosial mengurangi Kenakalan Remaja
Tidak main-main, G. Borlak menegaskan bahwa gelaran Maluku Big Fight 2026 ini mengadopsi regulasi resmi dari badan tinju dunia demi melahirkan kembali juara-juara dunia baru dari Indonesia.
“Kami memberikan berbagai macam aturan, *rule regulation* internasional, mengadopsi standar dari tingkat WBA, WBC, hingga IBO. Indonesia ini negara kepulauan yang luar biasa dan terbukti mampu melahirkan bakat-bakat dunia di berbagai kelas pertandingan,” tambahnya.
Lebih dari sekadar prestasi di atas ring, G. Borlak melihat olahraga tinju memiliki dampak sosial yang sangat masif bagi generasi muda, khususnya dalam menekan angka kenakalan remaja di daerah.
“Tinju ini bisa menghidupkan kembali industri yang menjadi tempat banyak orang mencari makan. Kita ingin kenakalan-kenakalan remaja di daerah dikurangi, karena mereka dialihkan untuk bertinju dan memiliki prestasi untuk mengharumkan nama bangsa dan negara,” jelasnya.
Ketuk Hati Pemerintah dan Investor
Menutup pernyataannya, G. Borlak menyampaikan pesan terbuka dan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari para pemilik modal hingga jajaran pemerintah dari pusat hingga daerah.
“Mari Bapak, Ibu, dan teman-teman promotor di mana pun berada, mari kita bangkitkan kembali ini. Karena hanya lewat olahragalah dunia internasional tahu tentang kita,” seru G. Borlak.
“Harapan kami kepada pemerintah, baik secara berjenjang dari daerah sampai tingkat pusat, supaya tolong lihat kami, lihat tinju. Maluku Big Fight 2026 ini bukan hanya untuk warga Maluku, tetapi secara keseluruhan adalah untuk Indonesia tercinta, dari Sabang sampai Merauke,” pungkasnya optimis.
Dengan suksesnya event ini, diharapkan keran kompetisi tinju profesional di Indonesia kembali terbuka lebar, sekaligus memanggil pulang putra-putri terbaik bangsa untuk kembali bertarung dan berkibar di kancah internasional.
Data yang dihimpun media ini, event internasional tersebut diisi oleh partai tambahan dan partai utama dengan memperebutkan Piala Gubernur Maluku, Maluku Utara dan 2 organisasi perkumpulan orang-orang timur di perantauan.
Event pun dihadiri pejabat kalangan pusat hingga daerah. Diantaranya,perwakilan dari Kementerian Olahraga,Kementerian Agama, Dinas Olahraga Provinsi DKI Jakarta, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Ketua DPRD Benhur Watubun, para Wakil Ketua DPRD yakni Fauzan Rahawarin, Johan Lewerissa dan Asis Sangkala serta beberapa Anggota DPRD Maluku dan Maluku Utara, Ketua KONI Maluku dan Ketua PERTINA Maluku.
Ada juga Wakil Wali Kota Ternate, Perwakilan Gubernur Maluku Utara, pihak Pimpinan TVRI dan yang paling istimewa adalah Petinju Legendaris Elias Pical pun turut hadir.
Meskipun dalam kondisi tubuh sedang sakit duduk di kursi roda, tetapi semangat olahraga tak surut yang tersirat di wajah Elias Pical.















