Kawasan wisata Pantai Senggigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendadak ramai oleh aksi bersih-bersih massal pada Selasa pagi. Bukan sekadar aksi lingkungan biasa, agenda bertajuk Gerakan Bersih Pantai ini dihadiri langsung oleh jajaran elit pemerintah pusat dan daerah dari wilayah Nusa Tenggara, Maluku, hingga Maluku Utara.

KomenNews.id // Senggigi, Lombok – Tampak di antara barisan peserta, Bupati Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Bima Arya Sugiarto, serta para Gubernur, Bupati, Wali Kota, Ketua DPRD, hingga Inspektur Daerah dari empat provinsi berbaur bersama membersihkan garis pantai.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pungut sampah. Kehadiran para pengambil kebijakan ini membawa misi besar: menyelaraskan komitmen ekologi dengan stabilitas ekonomi daerah.
Dua Sisi Mata Uang: Lingkungan Asri dan Pengendalian Inflasi
Dalam arahannya di pinggir pantai, Wakil Menteri Dalam Negeri menekankan bahwa menjaga kelestarian lingkungan dan mengendalikan inflasi adalah dua hal yang saling berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan.
“Gerakan asri seperti bersamanya pantai ini bukan sekadar urusan estetika atau keindahan semata. Pantai yang bersih adalah aset pariwisata dan penopang ekonomi masyarakat pesisir,” ujar Wamendagri di hadapan para kepala daerah, Selasa (19/05/2026).
Wamendagri juga mengingatkan bahwa ketahanan pangan dan stabilitas harga (pengendalian inflasi) di wilayah kepulauan seperti Maluku dan Nusa Tenggara sangat bergantung pada kelancaran logistik dan kelestarian ekosistem laut. Lingkungan yang rusak, menurutnya, lambat laun akan mengganggu produktivitas sektor perikanan dan pariwisata, yang menjadi motor ekonomi daerah.
Komitmen Maluku Tenggara untuk Lingkungan Berkelanjutan
Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun menyatakan dukungannya secara penuh terhadap arahan Kemendagri. Bagi Kabupaten Maluku Tenggara yang memiliki potensi bahari luar biasa, isu kebersihan laut dan pengendalian inflasi adalah prioritas utama.
Kehadiran Bupati dalam forum lintas wilayah ini menegaskan komitmen daerah untuk terus mengadopsi kebijakan hijau (green policy) demi masa depan generasi mendatang, sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga melalui stabilitas harga pangan.
Melalui sinergi lintas provinsi yang diinisiasi di Pantai Senggigi ini, diharapkan wilayah NTT, NTB, Maluku, dan Maluku Utara dapat membangun benteng yang lebih kuat—baik dalam menghadapi perubahan iklim global maupun gejolak ekonomi regional.
Hadir pula pada aksi sosial tersebut, Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun.

















