Herry Dahana: Jangan Biarkan Disinformasi dan Polarisasi Mengganggu Persatuan Bangsa

Berita56 Dilihat
banner 468x60

Jakarta, 14 Juni 2026 – Mantan Deputi Politik dan Strategi Wantannas RI Tahun 2022, Heribertus Dahana Resmiwara, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah meningkatnya tantangan global dan derasnya arus informasi di era digital. Menurutnya, disinformasi, polarisasi sosial, serta menurunnya kepercayaan publik dapat menjadi ancaman serius apabila tidak disikapi secara bijaksana.

Herry mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun di sisi lain, ruang digital juga menjadi arena penyebaran informasi yang belum tentu akurat dan sering kali dimanfaatkan untuk memengaruhi opini publik.

banner 336x280

“Bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang memiliki kekuatan ekonomi atau pertahanan, tetapi juga bangsa yang mampu menjaga ketahanan sosial dan persatuannya di tengah derasnya arus informasi,” ujar Herry, Minggu (14/6).

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran untuk melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama informasi yang berkaitan dengan isu politik, kebijakan publik, maupun isu-isu yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Ia menilai bahwa kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu bentuk pertahanan bangsa yang paling penting di era digital saat ini.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas. Jangan pula terburu-buru menyebarkan suatu informasi sebelum memastikan kebenarannya. Ketelitian dalam menerima informasi adalah bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara,” katanya.

Herry juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi harus dipandang sebagai sesuatu yang wajar dan sehat. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi permusuhan yang mengancam persatuan nasional.

“Demokrasi membutuhkan ruang diskusi dan perbedaan pendapat. Tetapi demokrasi juga membutuhkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan agar tidak berubah menjadi konflik yang melemahkan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Herry menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari sistem demokrasi. Namun kritik yang efektif, menurutnya, adalah kritik yang berbasis fakta, disampaikan secara bertanggung jawab, dan bertujuan memberikan solusi.

“Kritik yang konstruktif akan membantu proses perbaikan kebijakan. Sebaliknya, narasi yang dibangun tanpa dasar fakta justru berpotensi menimbulkan kebingungan dan memperlemah kepercayaan publik,” katanya.

Dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga ancaman keamanan siber, Herry menilai Indonesia membutuhkan modal sosial yang kuat berupa persatuan dan kepercayaan antarsesama anak bangsa.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap dinamika yang berkembang.

“Bangsa ini dibangun di atas keberagaman. Karena itu, menjaga persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Menurut Herry, Indonesia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi negara maju apabila mampu menjaga stabilitas nasional dan memperkuat kohesi sosial di tengah perubahan global yang berlangsung cepat.

“Perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa. Persatuan, optimisme, dan kemampuan menghadapi tantangan secara bersama-sama akan menjadi faktor penentu keberhasilan kita sebagai bangsa,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *