Hadapi Gempuran Pakaian Bekas, Menkop Ferry Dorong Koperasi Laskar Juang Bangun Pabrik Tekstil Mandiri

Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa koperasi memegang peran krusial sebagai ujung tombak transformasi menuju sistem Ekonomi Pancasila.

KomenNews.Id||Bali – Langkah penerapan sistem ekonomi gotong royong tersebut dinilai menjadi formula yang paling selaras dengan jiwa serta amanat konstitusi Pasal 33 UUD 1945.

Hal tersebut disampaikan oleh Menkop Ferry saat memberikan kata sambutan dalam acara Peluncuran Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia yang dirangkaikan dengan Malam Budaya memperingati Hari Lahir Bung Karno.Pergelaran momentum historis tersebut dipusatkan di kawasan Pitaloka Sanur, Provinsi Bali, pada Jumat malam kemarin.

Ferry mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki keinginan yang sangat kuat untuk mengembalikan fondasi ekonomi nasional ke arah Ekonomi Pancasila.

Atas dasar visi besar Kepala Negara tersebut, Kementerian Koperasi kini mendapatkan mandat penuh untuk mengawal jalannya transformasi struktural tersebut di lapangan.

Kendati mengemban nilai-nilai luhur yang kuat, pihak kementerian tidak menampik bahwa tantangan operasional di sektor ekonomi saat ini tergolong cukup berat.

Salah satu hambatan nyata yang paling meresahkan pelaku usaha lokal saat ini adalah masifnya gempuran produk impor, mulai dari komoditas kain hingga pakaian bekas.

Sebagai langkah taktis dan solusi konkret, Menkop mendorong Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia untuk segera menjalin kolaborasi aktif dengan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun sebuah ekosistem rantai pasok produksi sandang yang mandiri serta berdaya saing tinggi.

Secara spesifik, Ferry meminta pengurus koperasi menginisiasi pembukaan lahan perkebunan kapas sendiri, mendirikan pabrik tekstil, hingga membangun industri garmen secara mandiri.

Misi Ideologis Berdikari dan Pengorganisasian Sektor Rakyat

Pandangan senada terkait kemandirian ekonomi turut disuarakan oleh Anggota Komisi XIII DPR RI sekaligus Ketua Koperasi Nasional Laskar Juang Indonesia, Rieke Diah Pitaloka.

Rieke menegaskan bahwa pendirian badan usaha koperasi ini pada hakikatnya bukan sekadar bertujuan untuk memburu keuntungan finansial semata.Koperasi Nasional Laskar Juang diluncurkan sebagai alat perjuangan ideologis yang berfokus memperkuat ekonomi rakyat kecil melalui sistem kepemilikan bersama.

Memanfaatkan momentum menyambut Hari Lahir Bung Karno yang jatuh pada tanggal 6 Juni, Rieke kembali mengingatkan mandat penting dari Sang Proklamator pada tahun 1965.

Bung Karno kala itu mengamanatkan bahwa koperasi sejatinya merupakan sekolah bagi penanaman jiwa gotong royong serta solidaritas antarwarga.

Keberadaan koperasi harus hadir mengorganisir para petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda agar memiliki posisi tawar yang kokoh di hadapan dominasi modal besar.

Target utama dari kepengurusan koperasi ke depan adalah memutus total rantai ketergantungan pasokan komoditas ekonomi terhadap pihak luar negeri.

Bangsa Indonesia dituntut untuk terampil dalam memproduksi, mengolah, hingga menguasai penuh rantai nilai ekonomi domestik secara mandiri.

Rieke menekankan bahwa penguasaan sektor hulu ke hilir tersebut merupakan esensi sejati dari implementasi semangat Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri.

Komitmen Wastra Bali Menembus Kancah Mode Global

Geliat kebangkitan ekonomi kreatif yang digagas oleh kementerian dan koperasi tersebut disambut positif oleh Badan Pengurus Daerah APPMI Provinsi Bali.

Ketua BPD APPMI Bali terpilih, Kadek Wira Dika, menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal wastra tradisional khas Pulau Dewata agar mampu menembus pasar mode internasional.Pihaknya merasa Bali memikul tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga kelestarian serta mengembangkan kain tenun lokal seperti endek, tenun, dan songket.

Kadek Wira juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tinggi kepada Rieke Diah Pitaloka atas pemberian fasilitas serta dukungan penuh terhadap pelantikan pengurus baru APPMI Bali.

Ia mengimbau dan mengajak seluruh perancang busana di wilayah Bali untuk mengoptimalkan asosiasi ini sebagai wadah berkarya yang produktif dan inovatif bagi kemajuan daerah.