Jakarta Timur — Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Tasyakuran Kelulusan siswa kelas XII Angkatan 27 SMAN 11 Jakarta Timur yang digelar di Aula Masjid Shodri Asshiddiqi, Jalan Dr. Sumarno, Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun sarat makna tersebut menjadi momen istimewa bagi para siswa, orang tua, guru, serta seluruh keluarga besar sekolah dalam merayakan kelulusan tahun ajaran 2025/2026 dengan capaian kelulusan 100 persen.
Sebanyak 214 siswa kelas XII resmi menuntaskan pendidikan mereka dan kini menyandang status sebagai alumni Angkatan 27 SMAN 11 Jakarta Timur.
Tasyakuran itu terselenggara atas inisiatif para orang tua siswa dengan dana yang dihimpun secara sukarela. Meski tanpa kemewahan, suasana kekeluargaan, kebersamaan, dan rasa syukur terasa begitu kuat sepanjang acara berlangsung.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertunjukan tari perang yang dibawakan siswi kelas XI, dilanjutkan parade tasyakuran yang dipimpin pasukan paskibra dan diikuti jajaran komite sekolah, tamu undangan, serta para siswa lulusan Angkatan 27.
Suasana semakin khidmat saat seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars sekolah sebelum memasuki sesi sambutan dari Ketua Komite Sekolah dan Kepala Sekolah.
Kepala SMAN 11 Jakarta Timur, Penina Sinambela, menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan hingga berhasil lulus dengan hasil sempurna.
“Acara hari ini bukan sekadar memakai kebaya dan jas lalu berfoto-foto. Inti dari kegiatan ini adalah mengucap syukur kepada Tuhan, berterima kasih kepada orang tua, dan kepada guru-guru yang telah membimbing kalian,” ujarnya di hadapan para siswa dan wali murid.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tasyakuran sepenuhnya merupakan hasil perencanaan orang tua dan siswa tanpa campur tangan pihak sekolah. Pihak sekolah hadir hanya sebagai tamu undangan untuk memenuhi undangan panitia.
Dalam pesannya yang penuh makna, Penina mengingatkan bahwa sejak 6 Mei 2026 para siswa telah resmi dikembalikan kepada orang tua dan kini menjadi bagian dari keluarga besar alumni SMAN 11 Jakarta Timur.
“Mulai hari ini kalian bukan lagi siswa, tetapi alumni. Kalian sudah dianggap dewasa dan harus mampu menentukan arah hidup sendiri,” katanya.
Momen paling menyentuh terjadi ketika Penina menjelaskan filosofi pelepasan burung merpati yang sebelumnya dilakukan saat pelepasan resmi di sekolah. Menurutnya, burung merpati melambangkan kebebasan, kemandirian, kesucian hati, serta kesetiaan untuk selalu mengingat rumah, orang tua, guru, dan sahabat.
“Kemanapun kalian pergi mengejar cita-cita, jangan lupa pulang. Jangan lupa kepada orang tua, guru, dan teman-teman yang pernah bersama kalian,” tuturnya yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Tak sedikit siswa maupun orang tua tampak meneteskan air mata saat mendengarkan pesan tersebut.
Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Amin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah mendidik dan membimbing siswa hingga mencapai kelulusan 100 persen.
Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena sebanyak 21 siswa berhasil lolos SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) tahun ajaran 2025/2026.
“Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru. Berkat bimbingannya anak-anak kami bisa sampai pada tahap ini. Yang sudah diterima di perguruan tinggi kami doakan sukses, dan yang belum jangan berkecil hati karena masih banyak peluang untuk masa depan,” ujarnya.
Amin menegaskan bahwa kegiatan tasyakuran tersebut murni digagas oleh para orang tua siswa dan tidak melibatkan pihak sekolah dalam pendanaan maupun penyelenggaraan acara. Menurutnya, seluruh dana berasal dari donasi sukarela wali murid sesuai ketentuan yang berlaku.
“Hari ini adalah kegiatan tasyakuran yang melibatkan seluruh orang tua siswa kelas XII dari kelas A sampai R. Kami menekankan tidak ada pungutan dalam kegiatan ini. Berdasarkan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 10, komite boleh menggalang dana dalam bentuk sukarela atau donasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah hanya diundang sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih dari para orang tua kepada guru-guru yang telah mendampingi siswa selama proses pendidikan.
Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Tasyakuran, Dian Fadriayana, mengatakan bahwa kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan dan donasi sukarela dari wali murid.
“Panitia berasal dari wali murid sendiri, perwakilan dari masing-masing kelas. Alhamdulillah acara berjalan lancar berkat dukungan seluruh orang tua siswa,” ujarnya.
Tasyakuran Angkatan 27 ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan putih abu-abu para siswa sekaligus awal langkah baru menuju masa depan.
Di tengah kesederhanaannya, acara tersebut meninggalkan kesan mendalam tentang arti perjuangan, kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan kepada orang tua serta guru yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup para siswa.
