Matahari baru saja meninggi di kawasan BTN Gadihu, Kecamatan Sirimau, namun suasana di sana terasa kelabu. Di antara puing-puing bangunan dan tanah yang masih basah, Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, berdiri mendengarkan suara-suara yang gemetar menceritakan detik-detik saat tanah yang mereka pijak perlahan luruh.
KomenNews.id // Ambon – Akhir pekan tersebut, Saadiah tidak datang hanya sebagai pejabat negara. Ia datang sebagai seorang ibu dan sesama warga Maluku yang merasakan betul pedihnya kehilangan tempat bernaung.
Cicilan yang Tak Ikut Luruh Bersama Tanah
Salah satu momen paling menyentuh adalah saat Saadiah berbincang dengan para korban. Di balik syukur karena masih diberi keselamatan nyawa, terselip beban hidup yang menyesakkan dada. Beberapa warga bercerita dengan mata berkaca-kaca tentang rumah yang kini hancur, namun cicilan banknya masih harus terus berjalan.
“Hati saya terenyuh mendengar mereka bercerita. Bayangkan, rumahnya sudah tidak bisa ditempati, tapi beban utang masih menghantui. Di sinilah pemerintah dan pengembang harus hadir. Mereka tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri di tengah musibah ini,” ungkap Saadiah dengan nada penuh empati, Sabtu (9/5/2026).
Langkah Kecil untuk Harapan Besar
Meski kondisi tanah masih labil dan alat berat belum berani diturunkan demi keamanan, Saadiah tak tinggal diam. Bersama tim BWS, ia memantau setiap jengkal retakan menggunakan *drone*. Fokusnya bukan sekadar teknis, tapi memastikan keselamatan jiwa warga di masa depan.
Kekhawatiran terbesarnya adalah aliran sungai yang terbendung material longsor. Ia membayangkan trauma Dam Wae Ela jangan sampai terulang. “Saya tidak ingin warga saya tidur tidak tenang karena takut air sungai menjebol pemukiman mereka saat hujan tiba,” tuturnya sembari meminta komitmen mitigasi cepat dari kepala balai.
Sebuah Janji di Tengah Musibah
Kunjungan pagi itu diakhiri dengan penguatan moril. Bagi Saadiah, musibah ini adalah pengingat tentang betapa rapuhnya kita di hadapan alam, namun betapa kuatnya kita jika saling menguatkan.
“Semoga warga diberikan ketabahan. Saya akan pastikan suara dari BTN Gadihu ini sampai ke meja pengambilan kebijakan. Mereka butuh solusi, bukan sekadar janji,” pungkas Srikandi PKS ini, sebelum meninggalkan lokasi yang masih menyisakan duka tersebut.
