Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diapresiasi Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (Apiki) sebagai langkah menekan stunting. Tapi di balik itu, ada keresahan: 1 ekor ayam dipotong jadi 20, lauk jadi sekecil korek api.
KomenNews.Id||Jakarta – Apiki memahami keterbatasan fiskal, tapi pemenuhan protein anak tidak bisa dikompromikan. Anak butuh asupan yang cukup untuk tumbuh dan belajar,” ujar Ketua Umum Apiki, Anto Suroto.
Anto menyoroti peran UMKM sebagai kunci kualitas menu. Ia meminta kerja sama dengan pemasok sayur, telur, ayam, dan daging dilakukan langsung, tanpa potongan atau titipan di tingkat pengelola Dapur MBG.
“Kalau masih ada praktik itu, kualitas menu pasti anjlok. Biarkan UMKM menyuplai sesuai standar, biar gizi anak benar-benar terpenuhi,” tegasnya.
Apiki mendorong BGN mengevaluasi ulang porsi, mengkaji anggaran, dan menjaga transparansi rantai pasok.
“Tujuannya satu: memastikan MBG benar-benar bergizi, bukan hanya sekadar tersedia,” tutup Anto.
(Hombing)
