Dari Keterbatasan Menuju Pengabdian untuk Keadilan: Perjalanan Hidup Bung Paulus PG Menembus Batas Kehidupan

banner 468x60

Perjalanan hidup seseorang tidak selalu dimulai dari kemudahan. Ada kisah perjuangan yang lahir dari keterbatasan, ditempa oleh kerja keras, doa orang tua, dan keyakinan untuk terus melangkah. Kisah itu tercermin dari sosok Paulus Peringatan Gulo atau yang akrab disapa Bung Paulus PG, seorang pejuang hukum yang kini mengabdikan diri demi keadilan masyarakat.

banner 336x280

 

KomenNews.id // Medan, Sumatra Utara – Lahir di Desa Zuzundrao pada 25 April 1995, Bung Paulus PG tumbuh dan besar di Desa Simaeasi, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, dalam kondisi ekonomi keluarga yang sederhana. Namun, keterbatasan hidup tidak pernah menjadi alasan baginya untuk berhenti bermimpi. Justru dari kesederhanaan itulah tumbuh semangat juang yang kuat untuk mengubah masa depan.

Perjalanan pendidikan Bung Paulus dimulai dari SD No. 0701079, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Mandrehe, hingga menyelesaikan pendidikan di SMKN 2 Mandrehe dengan jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Masa sekolah menjadi fase penuh perjuangan. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia harus bekerja sambil belajar demi membantu kebutuhan hidup dan pendidikan.

Dengan pakaian bekas, perlengkapan sekolah seadanya, hingga berbagai keterbatasan lainnya, Bung Paulus tetap bertahan dan meyakini bahwa pendidikan merupakan jalan utama menuju perubahan hidup. Tekad yang kuat, kerja keras, dan doa orang tua menjadi bahan bakar perjuangannya.

Semangat itu membawanya melanjutkan pendidikan Strata 1 di Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli dengan mengambil jurusan Hukum. Selama menjadi mahasiswa, Bung Paulus dikenal aktif dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Ia dipercaya memimpin Senat Fakultas Hukum sebanyak dua periode dan jabatan terakhirnya di internal kampus adalah sebagai Presiden Mahasiswa.

Tak hanya aktif di lingkungan akademik, Bung Paulus juga dikenal aktif di dunia organisasi pergerakan. Ia menjadi kader aktif Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia dan pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC GMNI Tapanuli Utara periode 2017–2019. Dedikasi dan kepemimpinannya kemudian mengantarkannya dipercaya sebagai Ketua DPD GMNI Sumatera Utara periode 2019–2025.

Dalam perjalanan organisasinya, Bung Paulus kerap turun langsung melakukan advokasi di berbagai daerah. Beragam tantangan, tekanan, hingga risiko harus dihadapi demi memperjuangkan kepentingan masyarakat. Namun, dengan keyakinan kepada Tuhan dan semangat pengabdian, setiap proses mampu ia jalani dengan penuh tanggung jawab.

Usai menyelesaikan pendidikan Strata 1, kehidupan tidak serta-merta menjadi mudah. Bung Paulus tetap menjalani berbagai pekerjaan halal demi bertahan hidup. Mulai dari menjadi tukang masak hingga buruh kebun, semua dilakukannya dengan penuh kesabaran. Penghasilan yang terbatas tidak pernah mematahkan tekadnya untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri.

Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2022, Bung Paulus resmi menjadi seorang lawyer dan mulai mengabdikan dirinya dalam dunia hukum untuk memperjuangkan keadilan masyarakat. Semangat belajar yang tak pernah padam juga mengantarkannya menyelesaikan pendidikan Strata 2 di Universitas Islam Sumatera Utara pada tahun 2024.

Kini, Bung Paulus PG dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Koordinator Wilayah Sumatera Utara di Perkumpulan Advokat dan Pengacara Nusantara. Amanah tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah mampu membawa seseorang melewati berbagai keterbatasan hidup menuju pengabdian yang lebih besar.

Bagi Bung Paulus, keluarga merupakan sumber kekuatan utama dalam perjalanan hidupnya. Dukungan dan doa orang tua menjadi fondasi yang membuat dirinya tetap berdiri teguh menghadapi berbagai ujian kehidupan.

“Keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, tetapi kekuatan untuk bangkit menjadi lebih baik,” menjadi semangat yang terus dijaga dalam setiap langkah hidupnya.

Salah satu prinsip hidup yang terus dipegang teguh oleh Bung Paulus PG adalah:

“Ketika jatuh dan jatuh lagi, maka bangunlah lebih dari seratus kali. Karena perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil.”

Prinsip tersebut menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan, seberat apa pun jalannya, akan selalu menemukan hasil bagi mereka yang tidak pernah menyerah dalam memperjuangkan mimpi, pengabdian, dan keadilan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *