Maraknya aksi bunuh diri di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon memicu kekhawatiran serius dari kalangan legislatif. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku secara tegas memberikan peringatan (warning) kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku untuk segera membenahi sistem keamanan jembatan ikonik tersebut.
KomenNews.id // Ambon – Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, mendesak pihak BPJN untuk menambah tinggi pagar besi penghalang di sepanjang pinggiran JMP. Menurutnya, desain pagar yang ada saat ini masih sangat rawan karena mudah dipanjat oleh warga.
“Tolong BPJN Maluku tambah pagar lebih tinggi di JMP. Kami sangat khawatir dengan keselamatan warga. Kondisi pagar saat ini memungkinkan untuk dipanjat, sehingga sering disalahgunakan untuk aksi bunuh diri,” ujar Alhidayat kepada media, Rabu (06/05/2026).
Langkah Formal dan Patroli Keamanan
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main. Komisi III dalam waktu dekat akan menggelar rapat internal untuk menyusun surat resmi yang ditujukan kepada BPJN XVI Maluku sebagai bentuk tindak lanjut teknis.
Tak hanya soal infrastruktur, Alhidayat juga meminta Pemerintah Kota Ambon mengambil peran aktif dalam pengawasan lapangan. Ia berharap Wali Kota Ambon dapat mengerahkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan patroli rutin di area jembatan.
“Saya meminta Pak Wali Kota kalau bisa tugaskan Satpol PP untuk patroli khusus secara rutin di JMP. Bisa diatur menggunakan sistem *shift*. Ini demi keselamatan warga kita, baik yang berdomisili di Ambon maupun warga dari berbagai daerah di Maluku yang melintas di sana,” harapnya.
JMP dalam Sorotan
Berdasarkan pantauan di lapangan, desakan ini muncul setelah insiden memilukan kembali terjadi pada Rabu (06/05/2026), di mana seorang warga nekat ingin melompat dari JMP. Namun, berhasil digagalkan oleh seorang Anggota TNI yang kebetulan melewati JMP. Tragedi berulang ini menjadikan JMP, yang seharusnya menjadi simbol kemajuan Maluku, kini berada di bawah bayang-bayang isu keselamatan publik yang mendesak.
DPRD berharap dengan adanya kombinasi antara penguatan fisik bangunan (pagar yang lebih tinggi) dan pengawasan ketat dari aparat, angka kasus bunuh diri di lokasi tersebut dapat diminimalisir secara signifikan.
” Masalah kesehatan mental dan pikiran untuk bunuh diri adalah hal yang serius. Jika ada warga atau orang terdekat mengalami tanda-tanda depresi atau memiliki niat menyakiti diri sendiri, diharapkan segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau fasilitas medis terdekat. Selain itu, peran Dinas Kesehatan menjadi penting. Program psikologis masyarakat juga penting ada di Dinas Kesehatan,” saran Wajo.
Sekedar informasi, di JMP memang tersedia CCTV yang on setiap hari. Namun, fungsi CCTV tersebut untuk kepentingan kontrol fisik JMP dan kontrol fungsi JMP. Pasalnya, JMP termasuk kategori jembatan khusus.
