Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Koperasi Simpan Pinjam Tanaoba Lais Manekat (KSP TLM) Indonesia saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-XV Tahun Buku 2025 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu malam (25/4).
KomenNews.Id||Kupang – KSP TLM dinilai sukses menjadi model percontohan koperasi modern yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi masyarakat.
Berdasarkan laporan kinerja, KSP TLM Indonesia mencatatkan pertumbuhan signifikan dengan total aset mencapai Rp1,38 triliun dan pendapatan usaha sebesar Rp380,97 miliar.
Selain itu, jumlah anggota koperasi ini telah meningkat pesat hingga menyentuh angka 340.117 orang, yang mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat NTT terhadap tata kelola lembaga tersebut.
Menkop Ferry menegaskan bahwa keberhasilan KSP TLM menunjukkan koperasi tetap menjadi andalan ekonomi di era modern.
Lebih lanjut, ia mendorong KSP TLM untuk mengambil peran strategis dalam mendampingi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program ini merupakan agenda strategis nasional Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi dari wilayah pedesaan.
Di wilayah NTT, saat ini tengah dilakukan pembangunan 1.399 unit KDKMP, dengan sekitar 40 unit di antaranya telah selesai.
Pemerintah berencana mendorong KDKMP sebagai penyuplai bahan baku yang bermitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
KSP TLM diharapkan mampu memperkuat ekosistem ini melalui jaringan usaha dan kapasitas kelembagaan yang dimilikinya.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turut memberikan pujian dan menyebut KSP TLM sebagai koperasi terbaik di wilayahnya.
Namun, ia mengingatkan agar pengurus berani keluar dari zona nyaman dengan melakukan spin-off ke sektor produktif. Hal ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan usaha dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi anggota di masa depan.
Pemerintah Daerah NTT juga berkomitmen mensinergikan KDKMP dengan NTT Mart guna memastikan produk-produk lokal dapat terserap pasar dengan harga yang layak. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan menciptakan pusat distribusi yang terintegrasi hingga tingkat kecamatan.
Direktur Utama KSP TLM Indonesia, Zelsy N. W. Pah, menyambut baik arahan tersebut dan telah menyiapkan sejumlah program transformasi untuk tahun 2026.
Selain rencana ekspansi cabang ke Bali dan Sulawesi Tengah, KSP TLM akan meluncurkan pinjaman pendidikan bagi anak-anak anggota serta mempercepat transformasi digital.
Mengingat mayoritas anggotanya adalah kaum perempuan yang disiplin, Zelsy optimis koperasi ini akan terus menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.
