KomenNews.id // Tual,– Safari Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meresmikan penggunaan rumah subsidi KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Griya Maryadat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Tual, Selasa (10/03/2026).

Di sela-sela peresmian tersebut, Gubernur mengingatkan warga setempat menjaga kebersihan lingkungan dan jangan membuang sampah ke laut.
Sebutnya, bersama Wakil Wali Kota Tual Bapak Amir Rumra dan pimpinan OPD terkait baik provinsi maupun kota Tual, juga meresmikan beberapa proyek di antaranya adalah Jalan Titian Piterboy Werhir .
Ingat Gubernur, dulu kawasan yang relatif kumuh. 10 bulan yang lalu saya meletakkan batu pertama dan sekarang saya juga meresmikan kawasan ini. Dulu tempat ink kebanyakan tampakan belakangnya menghadap ke laut.
” Hari ini semua rumah menatap ke laut atau tampakan depannya itu mengarah ke laut. Ini disebut dengan Waterfront City. Sehingga, ada kesadaran juga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan juga mencegah warga untuk membuang sampah ke laut. Karena ini adalah halaman depan mereka bukan halaman belakang lagi. Saya berharap, fasilitas yang baik ini yang telah merubah wajah kota Tual ini dapat dipelihara oleh masyarakat kota Tual terutama yang ada di kawasan sini. Terima kasih. Maju terus kota Tual, par Maluku pung bae,” imbau Gubernur.
Lebih lanjut Gubernur menjelaskan, selain peresmian perumahan MBR dan PSU jalan Titian program penanganan kawasan kumuh PPKT tahun 2025, juga peresmian Perpustakaan Umum Daerah Kota Tual dan penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat.
“Saya mengapresiasi semua pihak yang memungkinkan program KPR subsidi pemerintah ini, bisa terlaksana dengan baik. Dan apresiasi juga khusus kepada pengembang, kepada pengembang yang bisa mengubah wajah wilayah ini dengan menghadirkan suatu kawasan pemukiman yang sehat. Saya percaya, dalam rencana pengembangan ke depan pasti kawasan ini akan menjadi kawasan hunian yang sehat bagi warga Kota Tual,” ungkap Gubernur.
Di kesempatan tersebut,Gubernur mengakui, pemerintah punya tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah backlog perumahan. Backlog itu adalah kekurangan rumah. Ada masih banyak puluhan ribu yang masih belum punya rumah. Ada yang punya rumah tapi tidak layak huni. Pemerintah lewat program bantuan subsidi perumahan swadaya maupun program pemerintah provinsi yang namanya “Manggurebe Bikin Bae Rumah”. <span;>Kita memperbaiki rumah-rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni.
Bagi keluarga-keluarga yang berpenghasilan menengah dan terjangkau, Gubernur mengajak milikilah rumah MBR.
” Saya sudah cek di dalam. Dua kamar, toilet dan mungkin tinggal dibangun dapur serta ruangan tamu. Saya kira untuk keluarga-keluarga yang berpenghasilan sesuai dengan kemampuan jangkauan, milikilah rumah-rumah sehat seperti begini,” ajaknya.
Dirinya menilai, kesempatan tinggal di kawasan perumahan yang lebih asri, lebih baik. Pemerintah provinsi menyampaikan terima kasih ke pemerintah Kota Tual.
” Bapak Wawali tolong sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Wali Kota, teman-teman DPRD juga atas dukungannya dan pengembang serta BTN sebagai bank penyalur yang men-support program perumahan bersubsidi ini. Ke depan masih ada banyak program di bidang perumahan. Kita doakan semoga program itu bisa terlaksana dengan baik sebagaimana yang dikehendaki oleh pemerintah,” tutur Gubernur.
Sementata itu, Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra yang mewakili Wali Kota Yani Renuat menjelaskan, pembangunan PSU Jalan Titian melalui Program Penanganan Kumuh DAK Tematik PPKT Tahun 2025 merupakan salah satu upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat, khususnya di kawasan yang sebelumnya mengalami keterbatasan infrastruktur dasar. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih tertata, sehat, dan layak huni bagi masyarakat Kota Tual.
” Pembangunan Rumah Subsidi KPR Griya Maryadat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat Kota Tual untuk memiliki rumah sendiri serta meningkatkan kualitas hidup keluarga,” tutur Wawali.
Selain itu, Wawali memyebutkan lagi, pembangunan Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tual menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan budaya literasi. Kami berharap kehadiran perpustakaan ini nantinya menjadi pusat pengetahuan, pusat pembelajaran masyarakat, serta ruang edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda Kota Tual.
” Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan di daerah tidak terlepas dari dukungan dan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Daerah. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku atas perhatian, dukungan, dan kerja sama yang terus diberikan bagi pembangunan di Kota Tual. Kami berharap dukungan dan kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan sehingga berbagai program pembangunan di Kota Tual dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Wawali.
Safari Ramadan pemerintah provinsi Maluku tahun 2026 di Kota Tual, juga diwarnai dengan Buka Puasa Bersama dan penyerahan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan.
Dihubungi Jurnalis media ini, Wody sebagai Sekretaris Dinas PKP Maluku menerangkan, total perumahan MBR yang diusulkan pemerintah Kota Tual yakni 180 unit. Yang baru diresmikan oleh Gubernur sebanyak 50 unit rumah MBR di Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan,Kota Tual.
” Target sisa 80 unit lainnya dibangun di Ohoitel Ohoitahit di sepanjang tahun 2026 harus selesai,” ujarnya.
Selain Gubernur dan Wawali Kota Tual bersama jajaran, juga hadir Anggota DPRD Provinsi Maluku Saudah Tethool dan beberapa Anggota DPRD Kota Tual. (ulin)














