Fransiska Soekarno Putri: Restorasi Indonesia Dimulai dari Koperasi, Ekonomi Harus Kembali ke Rakyat

Berita, Daerah5 Dilihat
banner 468x60

 Ketua Bidang Sosial Budaya DPP Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI), Ayu Gembirowaty Soekarno Putri atau yang akrab disapa Fransiska S.SP, menyampaikan gagasannya mengenai restorasi ekonomi nasional yang menurutnya harus dimulai dengan mengembalikan penguasaan ekonomi kepada rakyat melalui sistem koperasi.

 

banner 336x280

KomenNews.Id||Jakarta – Dalam keterangannya pada Rabu (25/6/2026), Fransiska menilai arah pembangunan nasional saat ini telah menjauh dari semangat UUD 1945 dan Pancasila, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia.

“Negara hari ini jauh dari UUD 1945 dan Pancasila. Wujudkan Sila ke-3, Persatuan Indonesia, melalui Koperasi Nasional FoSPEM NKRI,” tegas Fransiska.

Menurutnya, konsep yang ditawarkan adalah menjadikan masyarakat sebagai anggota koperasi nasional yang secara bersama-sama menghimpun modal untuk menguasai hingga 75 persen saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola sumber daya alam. Sementara pemerintah tetap memiliki porsi kepemilikan sebesar 25 persen.

Fransiska berpendapat, dengan skema tersebut, keuntungan atau dividen dari pengelolaan sumber daya alam dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

“Hasilnya dividen untuk rakyat, bukan untuk oligarki. Ini nasionalisasi sesungguhnya,” ujarnya.»

Selain menawarkan konsep ekonomi berbasis koperasi, Fransiska juga mendorong adanya restorasi konstitusi. Ia mengusulkan kembali pada UUD 1945 naskah asli tanggal 18 Agustus 1945, dengan mengembalikan kedudukan MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

Ia juga mengusulkan agar Dewan Pertimbangan Agung (DPA) diisi oleh ahli waris kerajaan serta tokoh-tokoh agama, dan keanggotaan DPR maupun MPR kembali melibatkan unsur utusan golongan dan utusan daerah.

Menurut Fransiska, langkah tersebut diyakini mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan, memperkuat persatuan bangsa, serta mengurangi berbagai persoalan sosial yang dipicu oleh kesenjangan ekonomi.

«”Rakyat sejahtera, ibadah tenang, kejahatan karena lapar hilang. Kita bangun kemandirian, bukan tergantung asing,” tutupnya.»

(Hombing)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *